Menu
Precision, Actual & Factual

Mau Konfirmasi Soal Mudik 2021, HP Dirlantas Lampung Memblokir Panggilan Pewarta

  • Bagikan
Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol Donny Damanik. Foto Istimewa

KIRKA.COSurat Edaran Satuan Satuan Gugus Tugas Covid 19 tentang larangan mudik kembali diterbitkan, setelah sebelumnya Satgas Covid 19 menerbitkan larangan mudik lebaran berlaku tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Kali ini, edaran yang telah menyebar ke berbagai kalangan tertanggal 21 April 2021 yang ditandatangani oleh Kepala BNPB RI Doni Monardo membuat masyarakat bingung.

Pasalnya, salah satu poin dalam surat tersebut berisi tentang pengetatan mudik yang semula hanya bersifat pelarangan mudik.

“Periode H-14 menjelang masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal 5 Mei 2021,” demikian bunyi petikan Addendum SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021.

“Periode H+7 pasca masa peniadaan mudik (6 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021) yang dimaksudkan dalam Addendum Surat Edaran ini berlaku pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021,” bunyi petikan addendum itu lagi.

Atas beredarnya SE tersebut, Saiful yang tercatat sebagai warga Bandar Lampung ini mengaku kebingungan. Menurutnya, isi edaran ini rancu. “Apakah pemerintah melarang mudik atau bagaimana, kok secara tiba-tiba tanggal pemberlakuan mudik berubah,”katanya.

Padahal kata dia, Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik pada tanggal 6-17 Mei. “Kalau dari berita yang saya baca, pemerintah melarang mudik tanggal 6 sampai 17 Mei, dan sekarang sudah berubah lagi, jadi yang benar yang mana,” ungkap Saiful.

Berbeda dengan Retno, pegawai swasta ini mengatakan jika pemerintah melarang mudik kenapa surat edaran mesti berubah ubah. “Pemerintah harusnya tegas, jika melarang mudik ya larang aja, jangan bikin masyarakat bingung dengan edaran edaran yang tidak semua masyarakat paham, sudah sosialisasi nya kurang kok masyarakat dibikin galau,” terangnya.

Terkait maraknya pemberitaan tentang SE ini, KIRKA.CO mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke Direktur Ditlantas Polda Lampung Kombes, Donny Damanik. Namun, ketika KIRKA CO mencoba menghubungi lulusan Akabri 93 di nomor 0813 1755 xxxx, nomor tersebut rupanya telah memblokir panggilan pewarta KIRKA.CO.

Selain pewarta KIRKA.CO, sejumlah jurnalis juga mengalami jawaban serupa, dari panggilan ke nomor miliknya terdengar jawaban bahwa “nomor tersebut memblokir panggilan anda”.

  • Bagikan