Menu
Precision, Actual & Factual

MAKI Tunggu Hasil Penelusuran Kejati Lampung Soal Polemik DPO Satono

  • Bagikan
Kirka.co
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Foto Istimewa

KIRKAKepala Kejaksaan Tinggi Lampung Heffinur mengisyaratkan kepada publik bahwa polemik di balik kematian buronan atas nama Satono akan ditelusuri.

Ia mengklaim telah memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Abdullah Noer Deny untuk melakukan semacam penyelidikan terkait adanya kabar soal pihak-pihak yang diduga menyembunyikan Satono — mantan Bupati Lampung Timur — selama dalam pelarian.

Heffinur sepakat terhadap kecurigaan publik yang menyatakan adanya sosok yang patut terindikasi menghalangi pengejaran buronan atas perkara korupsi itu.

Keterangan-keterangan Heffinur di atas ia kemukakan kepada jurnalis ketika menggelar konferensi pers pada saat merayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 di kantornya.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI menyanjung narasi yang yang dikemukakan Heffinur tadi.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengingatkan bahwa yang harus dipahami Heffinur ialah, keterangan tentang perintahnya kepada Abdullah Noer Deny tersebut sejatinya memiliki konsekuensi.

“Aku mendukung. Tapi kalau nanti mangkrak, maka siap gugat praperadilan,” ujar Boyamin Saiman kepada KIRKA.CO, Kamis malam, 22 Juli 2021.

Diketahui, Satono buronan paling dicari oleh Kejaksaan Tinggi Lampung akhirnya meninggal dunia pada 12 Juli 2021 lalu.

Setiap pergantian pimpinan di Kejaksaan Tinggi Lampung, publik selalu disuguhi janji yang menyatakan bahwa pengejaran terhadap Satono tetap menjadi prioritas.

Alih-alih menjadi fokus utama, nyatanya janji tadi tidak terrealisasi. MAKI hingga ICW mencibir kinerja kejaksaan.

Yang menjadi poin dari cibiran tersebut ialah mengenai kabar bahwa Satono disebut meninggal dunia di Jakarta.

Lokasi kematian Satono yang nyata-nyata berada dekat dengan markas kejaksaan itu, disebut sebagai bukti bahwa kejaksaan gagal melakukan pengejaran.

  • Bagikan