Menu
Precision, Actual & Factual

MAKI Segera Beberkan King Maker Perkara JT-Pinangki

  • Bagikan
Kirka.co
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. Foto: Istimewa

KIRKA – MAKI segera membeberkan transkrip dialog yang turut menyertakan sosok King Maker yang diduga terlibat di dalam perkara korupsi yang menjerat Djoko S Tjandra, Pinangki Sirna Malasari hingga Napoleon Bonaparte.

Baca Juga : Isi Surat Chusnunia Chalim Praktis Runtuhkan Klaim KPK

Hal tersebut akan dilakukan MAKI sebagai salah satu poin yang akan disampaikan dalam proses sidang perdana gugatan praperadilan kepada KPK di PN Jakarta Selatan, Selasa besok, 21 September 2021.

”MAKI akan membacakan gugatan praperadilan melawan KPK atas dihentikannya supervisi dan penyidikan untuk mencari dan menemukan siapa dan peran King Maker dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh Pinangki Sirna Malasari dkk, untuk membebaskan Djoko Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali,” ungkap Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam keterangannya kepada KIRKA.CO pada Senin, 20 September 2021.

Baca Juga : KPK Komentari Isi Surat Wagub Lampung Chusnunia Chalim

”Dalam persidangan besok akan dibacakan transkrip pembicaraan yang isinya terkait King Maker, transkrip tersebut antara dua orang saksi pengurusan fatwa Djoko Tjandra,” timpalnya.

Boyamin memaparkan beberapa poin lain yang akan disampaikan di muka persidangan, sebagai materi praperadilannya.

1. MAKI pada tanggal 11 September 2020 telah berkirim surat via email kepada KPK Nomor: 192/MAKI/IX/2020, Perihal: Penyampaian Materi Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi terkait Djoko S Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari untuk digunakan bahan supervisi;

2. MAKI telah diundang KPK pada tanggal 18 September 2020 untuk memperdalam informasi terkait King Maker dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh Pinangki Sirna Malasari dkk untuk membebaskan Djoko Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali dan Pemohon I telah menyerahkan transkrip pembicaraan antara Anita Kolopaking dan Pinangki Sirna Malasari yang tebalnya sekitar 140 halaman yang akan dijadikan bukti dalam persidangan pengajuan praperadilan ini;

Baca Juga : Isi Surat Chusnunia Chalim ke Pengadilan dan KPK

3. MAKI telah mendapat surat balasan dari KPK tanggal 2 Oktober 2020 perihal tanggapan atas pengaduan masyarakat sebagai balasan atas penyampaian materi dari MAKI berdasar surat MAKI tanggal 11 September 2020. Surat KPK ini berisi pengaduan dari MAKI dijadikan bahan informasi bagi Kedeputian Bidang Penindakan KPK;

4. KPK telah memutuskan melakukan supervisi dan koordinasi terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh Pinangki Sirna Malasari dkk untuk membebaskan Djoko S Tjandra dari vonis penjara perkara korupsi Bank Bali;

5. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang telah memutus perkara terdakwa Pinangki Sirna Malasari dkk dalam pertimbangannya menyatakan keberadaan King Maker sebagai aktor intelektual dari Pinangki Sirna Malasari dkk untuk membebaskan Djoko S Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali.

Namun Majelis Hakim menyatakan tidak mampu menggali siapa King Maker sehingga menjadi kewajiban KPK untuk menemukan peran King Maker sebagai aktor intelektual dari Pinangki Sirna Malasari dkk untuk membebaskan Djoko S Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali;

Baca Juga : Cerita Dibalik Pemanggilan Purwati Lee & Mofaje Caropeboka

6. KPK melalui Ketua KPK Firli Bahuri pada tanggal 30 Juli 2021 menyatakan telah menghentikan supervisi perkara tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh Pinangki Sirna Malasari dkk untuk membebaskan Djoko S Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali;

7. Tindakan KPK yang melakukan penghentian supervisi terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh King Maker sebagai aktor intelektual dari Pinangki Sirna Malasari dkk untuk membebaskan Djoko S Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali, adalah bentuk penelantaran perkara yang mengakibatkan penanganan perkara menjadi terkendala untuk membongkar dan mencari King Maker.

Baca Juga : Dibalik Terbitnya Penetapan Untuk Memanggil Purwati Lee Dkk

Hal itu adalah sebagai bentuk penghentian penyidikan perkara korupsi secara materiel, diam-diam, menggantung dan menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi pengurusan fatwa oleh King Maker sebagai aktor intelektual dari Pinangki Sirna Malasari Dkk untuk membebaskan Djoko Tjandra atas vonis penjara perkara korupsi Bank Bali.

  • Bagikan