Menu
Precision, Actual & Factual

Macam-Macam Motor Trail, Dari Adventure, Enduro dan Dual Sport

  • Bagikan
Kirka.co
Dua motor andalan dari line up Sherco Indonesia (Reyhan Firdaus / Motorplus-online.com)

KIRKA – Meski tidak sepopuler motor matic, motor trail tetap punya penggemar setia di Indonesia.
Apalagi brother perhatikan di tahun 2019, banyak motor trail diperkenalkan.

Mulai dari tipe adventure, enduro serta dual sport, dan masing-masing punya perbedaan tersendiri.
Apa bedanya motor adventure, enduro serta dual sport? Yuk kita simak penjelasannya.

Dikutip Motorplus-online dari Rideapart.com, pemberian nama khusus untuk tipe motor off-road, untuk memudahkan pemilihan motor.

1. Adventure
Dimulai dari adventure, dengan contoh motor BMW F750GS yang baru dijual Maxindo Moto di Indonesia. Dari tampilannya, motor adventure punya dimensi besar, dengan kemampuan jelajah yang cukup baik di dua alam, aspal maupun tanah. Dimensinya besar, soalnya kebanyakan motor adventure ditujukan buat yang penyuka touring jarak jauh.

Sehingga motor adventure memiliki tangki berkapasitas besar, lalu mesin yang cukup powerful untuk riding di kecepatan tinggi.

Bentuk bannya juga campuran ban off-road yang kembangannya kasar, tapi masih nyaman dipakai di on road atau aspal.

Akibat dimensi dan mesinnya besar, kebanyakan bobot motor adventure tidak ringan-ringan amat.
Makanya kurang cocok dan menyulitkan buat yang suka off-road lebih berat, semisal melewati medan lumpur.

Bagaimana dengan dual sport, biasanya banyak yang menyamakannya dengan adventure?

2. Dual Sport

Motor tipe ini sesuai namanya, mampu dipakai di dua alam, off-road dan on-road. Bedanya dengan motor adventure, motor dual sport punya kemampuan jelajah off-road lebih baik.

Ini berkat dimensi lebih ramping dan ringan, ditambah karakter mesin yang lebih responsif.
Makanya motor dual sport, kebanyakan memilih mesin single silinder.

Selain itu ban yang dipilih motor dual sport, punya kembangan lebih kasar, makanya cocok untuk melibas lumpur.

Tapi karena lebih ringan dan bannya lebih kasar, motor dual sport tentu tidak se-stabil dan nyaman pakai motor adventure untuk touring aspal.

Contoh paling umum motor dual sport, tentu Kawasaki KLX230, KLX150 atau Honda CRF150L yang sering brother temukan.

3. Enduro
Motor enduro, punya bodi dan rangka ramping dan ringan seperti motor dual sport, namun ada perbedaan mendasar. Karena rata-rata motor enduro berbasis dari motor motocross, dari mesin sampai suspensinya.

Tapi dibanding motocross, motor enduro pakai suspensi yang travelnya lebih tinggi.
Tangki bensin motor enduro juga lebih besar, soalnya motor enduro, dibuat untuk kebutuhan off-road yang jaraknya lebih jauh.

Sedangkan brother tahu, motocross didesain untuk digeber kebutuhan sirkuit pendek.
Nah, karena basisnya dari motocross, rata-rata motor enduro tidak legal untuk dipakai di jalan raya.

Semisal tidak ada perangkat keamanan seperti lampu sein, yang wajib dipakai motor jalan raya.
Untuk contohnya jelas banyak, mulai dari Sherco 300 SE Factory, sampai Husqvarna TX 300 yang dipakai Darius Sinathrya.

4. Scrambler
Banyak pabrikan memakai nama Scrambler, untuk lineup motor mereka. Misanya BMW RnineT Scrambler, Ducati Scrambler ataupun Triumph Scrambler.

Disimak dari sejarah kelahirannya di era ’60-an, scrambler mengambil motor naked standard.
Tapi dilengkapi suspensi lebih tinggi, serta ban semi-off-road.

Contohnya RnineT Scrambler yang berbasis RnineT standar, ataupun Triumph Scrambler yang berbasis Bonneville 1200.

Karena basisnya motor naked, kapabilitas off-road motor scrambler tentu tidak sebaik motor off-road ‘beneran’ seperti dual sport.
Contohnya bobotnya yang lebih berat, dan respons mesinnya tidak seagresif motor dual sport.

5. Supermoto
Dari klasifikasinya, motor Supermoto sebenarnya bisa berbasis beragam motor trail. Mulai dari enduro, dual sport, sampai motocross yang tidak legal dipakai jalan raya. Karena ciri khas supermoto, ada di kaki-kakinya yang menggunakan ban ring 17 inci atau lebih kecil, di bagian depan dan belakang.

Sejarahnya supermoto dimulai dimana banyak pemilik motor motocross di benua Eropa, ingin memakai motor mereka di trek aspal.

Lalu kultur supermoto meluas ke seluruh dunia, membuat banyak pabrikan menghadirkan motor supermoto bawaan pabrik.

Karena klasifikasinya berbasis penggunaan ban, basis motor supermoto bisa beragam.
Ada yang memakai motor dual sport seperti CRF250M, yang berbasis CRF250L. Atau Husqvarna FS 450 yang berbasis motor Enduro FE450, sehingga tidak legal dipakai di jalan raya.

Biar pakai ban ring sama depan-belakang, ada juga ban supermoto yang bisa dipakai dua alam.
Seperti Metzeler Racetec SM, ataupun Avon Distanzia, yang memiliki kembangan agak kasar.
Tapi karena pelek depannya ring 17, tentu ground clearance motor supermoto tidak sejangkung motor penjelajah lain dengan pelek depan lebih besar.

Mudah bukan membedakan motor adventure, dual sport serta enduro? Tinggal dipilih saja yang sesuai kebutuhan!

  • Bagikan