Menu
Precision, Actual & Factual

M. Farid Alfauzi Ada Dalam Catatan Aliran Uang Di Perkara Mustafa

  • Bagikan
Foto Tampilan Layar Catatan Indra Erlangga Yang Mencantumkan Nama M.Farid Alfauzi Dalam Kepentingan Rekomendasi Partai Hanura Yang Ditayangkan Oleh Kuasa Hukum Mustafa Dalam Gelaran Sidang Kamis (27/05). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Nama M. Farid Alfauzi muncul di layar proyektor saat Kuasa Hukum Mustafa menayangkan sebuah catatan pengeluaran uang yang dituliskan oleh Indra Erlangga, yang berhubungan dengan biaya pembelian perahu Partai Hanura pada pencalonan Mustafa sebagai Gubernur Provinsi Lampung di 2018 lalu.

Catatan Indra Erlangga ini ditampilkan di akhir jalannya persidangan perkara dugaan suap fee proyek Kabupaten Lampung Tengah, yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada Kamis 27 Mei 2021 kemarin saat persidangan berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan Terdakwa Mustafa.

Dalam catatan yang diperlihatkan di hadapan Majelis Hakim kali ini, Indra Erlangga mencatat tiga penyerahan uang yang tertuliskan nama M.Farid Alfauzi dalam kolom dengan keterangan pihak yang menikmati, dengan tertulis pula bahwa uang tersebut belum dikembalikan.

Tiga penyerahan uang tersebut dengan rincian yakni dua kali melalui Geovani sebesar total Rp4,215 miliar yang tercantum dengan keterangan kepentingan untuk rekomendasi Partai Hanura dan biaya operasional ke Jakarta, serta sejumlah Rp3 miliar tercatat melalui Indra Erlangga dengan keterangan yang juga diperuntukkan guna rekomendasi Partai Hanura.

Ketua DPP Partai Hanura era 2018, M. Farid Alfauzi. Foto Istimewa

Diketahui dalam perkara ini, Indra Erlangga merupakan seorang ASN di Kabupaten Lampung Tengah yang pada keterangannya ia terlibat sebagai penerima aliran dana suap fee proyek dari para rekanan untuk mendapatkan paket pekerjaan di Dinas Bina Marga Lampung Tengah.

Selain itu Indra Erlangga sendiri juga tercatat sebagai perpanjangan tangan dari Terdakwa Mustafa, yang membantunya untuk menjalankan sejumlah misi dalam negosiasi dengan tujuan memperlancar kepentingan pribadi mantan Bupati Kabupaten Lampung Tengah tersebut.

Sedangkan Geovani, dalam perkara ini didapati berperan sebagai perpanjangan tangan dari Mustafa dalam meraih rekomendasi dukungan partai sebagai kendaraan Terdakwa dalam Kontestasi Pemilihan Gubernur Provinsi Lampung pada 2018 lalu.

Sementara persidangan ini sendiri akan kembali dijadwalkan digelar pada Kamis dua pekan mendatang, dengan agenda sidang yakni pembacaan surat tuntutan dari Jaksa Penuntut KPK.

  • Bagikan