Menu
Precision, Actual & Factual

Laporan Di SP3 Polda Lampung, Farid Kecewa Sudah Keluar Uang Banyak

  • Bagikan
Farid Firmansyah didampingi keluarga saat memberikan keterangannya kepada wak media terkait SP3 atas laporan merekan ke Polda Lampung (11/04). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Lantaran Laporannya terkait dugaan kasus pemalsuan tanda tangan akte lahan milik orang tua dihentikan penyidikannya oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, pelapor atas nama Farid Firmansyah menyuarakan rasa kecewanya, ia dan keluarga merasa dirugikan dan meminta agar kasus ini dapat ditangani lagi secara profesional.

Terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) di 31 Maret kemarin atas laporan yang dilayangkan oleh Farid Firmansyah pada 2019 lalu dengan Nomor Laporan LP/B-212/II/2019/LPG/SPKT, ditanggapi ironi oleh pihak pelapor dan keluarga yang pada akhirnya menuding penanganan laporannya tidak ditindaklanjuti secara maksimal oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung.

Rasa kecewanya tersebut disampaikan pula dengan membeberkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengurus laporannya tersebut ditangani dan berjalan dengan baik, ia mengaku pernah dimintai sejumlah uang oleh seorang oknum penyidik berinisial H dengan harapan seluruh aduannya dapat ditindaklanjuti dengan lancar.

“Kami sangat kecewa, kalau memang diberhentikan penyidikannya kenapa baru sekarang bukan 2 tahun lalu, kami sudah keluar biaya banyak, tak sedikit juga kami kasih uang ke penyidik H, katanya untuk ngurus ini itu tapi nyatanya sekarang di SP3,” ungkap Farid didampingi keluarganya (12/04).

Tidak sampai disitu, menurutnya hal yang makin membuat ia dan keluarga merasa sangat lemas, seusai mengetahui adanya SP3 atas laporannya pihaknya ingin mempertanyakan alasan Ditreskrimum memberhentikan penyidikan tersebut, namun nomor yang tercantum di dalam SP3 itu tidak dapat dihubungi.

“Kami coba untuk bertanya alasan pemberhentian penyidikan atas laporan kami, di surat pemberhentian itu dicantumkan nama penyidik dan nomornya, saat kami hubungi ternyata tidak bisa nyambung,” terangnya.

Sementara itu, saat ditemui awak media untuk dimintai penjelasannya tentang keluhan warga tersebut, Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Muslimin Ahmad menjabarkan terkait dikeluarkannya surat pemberhentian penyidikan, yang menurutnya permasalahan yang dilaporkan itu adalah terkait tanah, maka sudah barang tentu harus dimajukan ke dalam gugatan perdata.

“Itu terkait masalah tanah kita kan lihat, kalau memang ada alasan double dokumen negara itu maka harus dimajukan perdatanya dulu, biar tahu siapa-siapa saja yang berhak atas aset itu,” imbuhnya.

Diketahui permasalahan tanah ini muncul setelah diduga aset lahan milik orang tua Farid Firmansyah bernama Hermansyah yang berlokasi di Jl. Soekarno – Hatta (Bypass) – Bandar Lampung tepat di samping Rumah Makan Barek Solok, diklaim milik seorang berinisial ZS dengan bukti akte tanah yang diduga telah dipalsukan tanda tangan di dalamnya, yang pada akhirnya masalah tersebut dilaporkan ke Polda Lampung dan telah dihentikan penyidikannya di akhir bulan kemarin.

Eka Putra

  • Bagikan