Menu
Precision, Actual & Factual

Kronologis Uang Rp 500 Juta dari Kepala Inspektorat Lamteng Muhibatullah untuk Dapat WTP BPK

  • Bagikan
Membuka maskernya, Taufik Rahman bersaksi di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 11 Februari 2021. Di saat itu Taufik membeberkan adanya aliran hasil pengumpulan fee atas ijon proyek yang mengucur ke BPK. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Dalam surat dakwaan KPK, nama Muhibatullah tercatat sebagai pemberi uang senilai Rp 500 juta. Uang itu dicatat Rusmaladi alias Ncus, seorang pencatat dana uang hasil pungutan fee proyek di Dinas Bina Marga Lamteng.

Ncus adalah kaki tangan eks Kadis Bina Marga Lamteng Taufik Rahman, yang khusus mencatat aliran dana dari pihak kontraktor, bahkan juga mencatat uang yang dikucurkan Ncus untuk keperluan Mustafa.

Sebelum Muhibatullah dihadirkan ke dalam ruang sidang. Uang Rp 500 juta itu disebut sebelumnya oleh Saksi-saksi dipergunakan untuk menutupi temuan Auditor pada BPK.

Hal ini diketahui telah diutarakan Taufik Rahman saat ia memberikan kesaksian di ruang sidang atas perkara suap dan gratifikasi eks Bupati Lamteng Mustafa, pada Kamis lalu, 11 Februari 2021.

Menurut Taufik, uang Rp 500 juta itu dipergunakan agar BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkab Lamteng.

Dalam penuturan Taufik, BPK disebutnya menemukan adanya pekerjaan proyek yang dinilai tidak berjalan sesuai dengan aturan ketika audit dilakukan BPK.

Terlihat di sini bahwa nilai Rp 500 juta sesuai kesaksian di atas sinkron jika disandingkan pada surat dakwaan.

Tepat pada Kamis, 18 Maret 2021, Muhibatullah dihadirkan ke ruang sidang. Sepanjang diperiksa sebagai Saksi, Muhibatullah mengatakan pernah memberikan uang Rp 2,1 M kepada Rusmaladi pasca ia dan Taufik Rahman berkomunikasi.

Komunikasi itu berlangsung pada tahun 2017 menurut Muhibatullah, yang saat peristiwa terjadi hingga kini: masih menjabat sebagai Kepala Inspektorat Lamteng itu

Dalam dialog tanya jawab antara dia dan jaksa sebagai penuntut umum dari KPK, terungkap bahwa pemberian uang itu dilandasi komitmen.

Komitmen itu menyoal janji Taufik kepada Muhibatullah: bahwa uang itu akan dipulangkan, bila tidak maka Muhibatullah dijanjikan mendapat proyek senilai Rp 15 sampai 16 M. Diketahui, di awal Taufik meminta pinjaman uang sebesar Rp 2 M. Tapi Muhibatullah memberi Rp 2,1 M.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan