Menu
Precision, Actual & Factual

KPK Pamerkan Buku Motif Batik Isi Catatan Uang, Bupati Lamsel Nanang Ermanto: Buku Kredit Orang Rumah Saya

  • Bagikan
Isi buku catatan Nanang Ermanto yang ditampilkan JPU KPK saat dimintai keterangan terkait Tipikor Hermansyah Hamidi & Syahroni. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK memamerkan buku kepada Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto di PN Tipikor Tanjungkarang pada Rabu sore, 24 Maret 2021.

Buku itu dipamerkan Taufiq Ibnugroho kepada Nanang Ermanto saat Nanang diperiksa sebagai Saksi atas hasil pengembangan kasus yang dilakukan KPK usai perkara fee proyek pada Dinas PU-PR yang menyeret eks Bupati Lamsel Zainudin Hasan divonis.

Nanang diperiksa untuk 2 orang Terdakwa yang didakwa KPK sebagai penerima uang fee proyek yang ujungnya diperuntukkan kepada Zainudin Hasan. 2 terdakwa itu adalah Hermansyah Hamidi dan Syahroni, keduanya pernah menjadi Kadis PU-PR Lamsel pada masanya.

Kembali ke buku tadi. Taufiq mula-mula bertanya kepada Nanang perihal penerimaan uang dari Zainudin Hasan melalui Anjar Asmara; dan Agus Bhakti Nugroho.

Awalnya Anjar atau Agus yang juga memberikan kesaksian pada hari itu mengatakan bahwa Nanang sekurang-kurangnya pernah menerima uang dari Zainudin Hasan dan diberikan melalui keduanya.

Nominal setiap uang yang diberikan kepada Nanang memiliki variasi. Antara 10 juta sampai 100 juta rupiah. Nyatanya KPK mengetahui bahwa Nanang pun pernah menerima uang Rp 150 juta.

Saat JPU KPK menunjukkan buku bermotif batik, untuk mengingatkan Nanang Ermanto bahwa didalamnya terdapat catatan keuangan. Foto Ricardo Hutabarat

Hal itu dibuktikan KPK lewat tindakan dan pertanyaan Taufiq Ibnugroho. ”Saudara masa cuma menerima hanya pada bilangan Rp 100 juta saja? Nilai uang di atas itu, pernah tidak saudara terima?”. “Lupa Saya,” jawab Nanang. Lalu Taufiq menimpali, ”masa Saudara lupa?”. ”Iya, lupa saya,” jawab Nanang lagi.

“Saudara masih ingat dengan buku ini?” tanya Taufiq sambil mengangkat satu buah buku bermotif batik dengan campuran warna krem, kuning dan hitam.

Saat melihat buku itu, Nanang berkata, ”buku kredit itu”. Sejurus kemudian Nanang kembali mengatakan bahwa buku yang disebutnya buku kredit tersebut adalah milik seseorang yang disebutnya lagi sebagai orang rumah. “Saudara tahu tidak buku siapa ini?” tanya Taufiq. “Buku orang rumah itu,” jawab Nanang.

”Ada catatan di sini uang Rp 150 juta kemudian ada lagi 50 juta,” tutur Taufiq membacakan isi catatan buku tadi yang juga sudah ditayangkan lewat tampilan Over Head Proyektor (OHP) di dinding ruang persidangan.

Pada saat keterangan buku tersebut ditayangkan, diketahui bahwa tulis tersebut menerakan keterangan tentang:

1) Terima Uang dari AGUS BN Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta Rp). Hari Senin 30-1-2017.
2) Rp 50.000.000 (Lima puluh juta Rupiah). Hari Rabo 8-2-2017.

”Iya iya. Itu betul. Betul itu catatan Saya, untuk Saya laporkan ke Pak Bupati (Zainudin Hasan_red). Bahwa ini catatan Saya dari Agus,” tegas Nanang.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan