Menu
Precision, Actual & Factual

KPK 2 Kali Ulas Uang Rp 500 Juta dari Juliari Batubara ke Ketua DPC PDI-P Kendal Ahmad Suyuti

  • Bagikan
Terdakwa Juliari Batubara. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat sudah dua kali mengulas pemberian Rp 500 juta dari mantan Menteri Sosial Juliari Batubara ke Ketua DPC PDI-P Kendal Ahmad Suyuti.

Hal itu diulas Jaksa sebagai penuntut umum KPK ketika persidangan lanjutan dengan Terdakwa pemberi suap ke Juliari Batubara; Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di PN Tipikor Jakarta Pusat.

Berdasar pada penelusuran Kirka.co lewat sumber informasi terbuka, ulasan pemberian uang tersebut diungkap pertama kali pada, Senin, 8 Maret 2021.

Adapun pihak yang menjelaskan pertama kali itu ialah anak buah Juliari, Adi Wahyono saat menjadi saksi.

Uang itu ternyata didapat dari pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan Bansos sembako Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos Matheus Joko Santoso.

Uang tersebut kemudian disebut-sebut diduga berasal dari fee perusahaan yang mendapat jatah pengadaan bansos Covid-19 dari eks Mensos Juliari Batubara.

Ulasan yang sama juga kembali diulas. Tepatnya ketika tim teknis mantan Menteri Sosial Juliari Batubara bernama Kukuh Aribowo.

Hal itu disampaikannya di PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 15 Maret 2021.

Ia mengakui pernah menitipkan uang kepada Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Ahmad Suyuti.

Kukuh juga mengatakan, uang yang diberikan dalam bentuk dolar Singapura. Kukuh memperkirakan isinya sekitar Rp 500 juta jika diubah ke bentuk rupiah.

Akhmat Suyuti sebelumnya juga pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 19 Februari 2021.

Ricardo Hutabarat
Sumber: RMOL & Tempo.co

  • Bagikan