Menu
Precision, Actual & Factual

Korupsi Proyek Lampu Jalan Natar Dijadwalkan Sidang 16 April 2021

  • Bagikan
Ilustrasi. Foto Istimewa

KIRKA.CO – TP dan LI, dua terdakwa dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) konvensional telah dilimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Kamis (08/04), dan akan dijadwalkan digelar persidangan perdananya pada Jumat mendatang (16/04).

Dari data yang terlihat pada situs resmi milik PN Tanjungkarang di dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), dua terdakwa korupsi proyek lampu jalan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) tersebut tercatat dengan Nomor Perkara 19/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk atas nama terdakwa TP diketahui Tiopan Salomon Panggabean, dan tercatat dengan nomor perkara 20/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk atas nama terdakwa LI diketahui Lita Istiyanti.

Pada data umum di SIPP, terdakwa Tiopan Salomon Panggabean didakwa dengan dakwaan Primair yaitu Pasal 2 ayat (1), dan Subsidair yaitu Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara data umum milik terdakwa Lita Istiyanti, dirinya didakwa dengan dakwaan Primair yaitu Pasal 2 ayat (1), dakwaan Subsidair dengan Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lita Istiyanti juga didakwa dengan dakwaan lebih Subsidair Pasal 2 ayat (1), dan lebih-lebih Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang- undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP.

Diketahui pada kasus korupsinya kedua terdakwa ini disangkakan telah bekerjasama dalam melakukan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum di tahun Anggaran 2016 lalu, yang dipasang di sebanyak 35 titik di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Dinas Perumahan dan Permukiman (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

Proyek lampu jalan tersebut diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp 977.951.000. (Sembilan ratus tujuh puluh tujuh juta sembilan ratus lima puluh satu ribu rupiah) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lampung Selatan, yang dalam faktanya di lapangan ditemukan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Dalam kasus dugan korupsi ini, Tiopan Salomon Panggabean diketahui merupakan seorang rekanan yang berstatus sebagai pemilik pekerjaan, sedangkan Lita Istiyanti merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan tersebut, dan sesuai hasil temuan serta perhitungan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung, didapati selisih yang menjadi kerugian negara sebesar total Rp 247.121.869,37 (Dua ratus empat puluh tujuh juta seratus dua puluh satu ribu delapan ratus enam puluh sembilan rupiah tiga puluh tujuh sen).

 

Eka Putra

  • Bagikan