Menu
Precision, Actual & Factual

Korupsi Pinjaman Dana World Bank, Seorang Warga Pesawaran Dituntut 18 Bulan Penjara

  • Bagikan
Suasana Persidangan Korupsi Dana Bank Dunia Pada Kegiatan Bedah Rumah Kabupaten Lampung Timur Tahun Anggaran 2020 Atas Nama Terdakwa Ratno Supriyadi. Eka Putra

KIRKA.CO – Seorang warga Kelurahan Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran yang sebelumnya didakwa telah melakukan Tindak Pidana Korupsi terhadap pinjaman dana World Bank pada kegiatan Bedah Rumah Kabupaten Lampung Timur tahun anggaran 2020, dituntut penjara selama 18 bulan, dengan tuntutan pidana denda sebesar Rp100 juta.

Tuntutan itu dibacakan dalam gelaran sidang lanjutannya yang digelar pada jumat pagi 28 Mei 2021, di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum atas nama terdakwa Ratno Supriyadi.

Oleh Jaksa, Terdakwa dijerat menggunakan Pasal 11 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor,
sebagaimana telah diubah dengan Undang-
undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Dengan pula meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum penjara pria 48 tahun tersebut selama satu tahun dan enam bulan, dan menghukumnya untuk membayar pidana denda sebesar Rp100 juta, dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar maka akan digantikan pidana kurungan badan selama empat bulan.

Diketahui dalam dakwaannya, Ratno Supriyadi selaku Koordinator Fasilitator pada kegiatan Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tahap II Kab. lampung Timur, telah membuat dan menentukan harga sendiri untuk pembangunan rumah para Keluarga Penerima Bantuan, yang melebihi harga normal.

Ia mendapat keuntungan pribadi dengan cara membuat kesepakatan permintaan Fee dari setiap bahan material yang ia beli dari Toko Material yang ditunjuk sebagai penyedia bahan bangunan, dengan besaran bervariasi dari Rp800 ribu hingga Rp2 juta.

Pada kegiatan tersebut Ratno memfasilitasi 250 unit pembangunan rumah, dimana 100 unit dibangun di Desa Asahan Kecamatan Jabung, Desa Bungkuk dan Desa Peniangan serta di Desa Gunung Mas Kecamatan Marga Sekampung sebanyak 150 unit.

Yang pada perbuatan jahatnya terhadap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta dana yang bersumber dari pinjaman Bank Dunia tersebut disangkakan telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp320 juta.

  • Bagikan