Kompas Bagi Dewas Saat Tindaklanjuti Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

  • Bagikan
Kirka.co
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar yang sedang disidang Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik. Foto: Istimewa

KIRKA – Dewas KPK disebut telah menerima bukti petunjuk dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang diduga dilakukan Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar. Dewas KPK sejauh ini telah menggelar persidangan yang berkaitan dengan Lili Pintauli Siregar ini sejak 3 Agustus 2021 kemarin.

Salah seorang yang melaporkan Lili Pintauli Siregar membeberkan secara ringkas apa-apa saja yang menjadi kompas bagi Dewas KPK.

“Data-datanya adalah bukti elektronik yang bisa jadi bukti petunjuk,” kata Penyidik KPK nonaktif, Rizka Anungnata dalam laporan Medcom.id pada 12 Agustus 2021.

Rizka mengklaim telah menyerahkan bukti digital yang diduga sebagai pertanda bahwa Lili Pintauli Siregar diduga telah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial.

Diduga, tujuan komunikasi itu dimaksudkan untuk membahas kasus yang akhirnya menjerat M Syarial dan kini tengah diuji di Pengadilan Negeri Tipikor Medan.

“Saya (juga) sampaikan saat sidang kemarin beberapa nama saksi lain yang berkaitan dengan fakta-fakta, mudah-mudahan Dewas mau mengakomodir,” ungkap Rizka.

Komunikasi yang diduga dijalin antara Lili Pintauli Siregar dan M Syahrial pernah terungkap dalam persidangan M Syahrial. Ketika itu, seorang saksi menuturkan bahwa dirinya pernah mendapat cerita dari M Syahrial tentang komunikasi antara M Syahrial dengan Lili Pintauli Siregar.

“Terdakwa (Syahrial) menyampaikan bahwa saya ditelpon oleh Bu Lili yang menyampaikan bahwa ‘gimana? Berkas kamu di meja saya nih’ itu Bu Lili kepada terdakwa saat itu,” kata saksi bernama Stepanus Robin Pattujun, seorang mantan penyidik KPK pada 26 Juli 2021 dalam gelaran sidang secara daring.

“Kemudian terdakwa menyampaikan kepada Bu Lili ‘bantu lah bu’, kemudian setelah itu, Bu Lili menyampaikan ketemu dengan orang saya di Medan namanya Fahri Aceh,” jelas Robin.

  • Bagikan