Menu
Precision, Actual & Factual

Komisioner Komjak Beri Apresiasi Kepada Kajati Kalbar yang Sidangkan Kasus Korupsi

  • Bagikan
Komisioner pada Komisi Kejaksaan Ibnu Mazjah. Foto: Dokumentasi pribadi dalam akun Instagram @ibnumazjah

KIRKA.CO – Bukan kali pertama bagi Komisioner pada Komisi Kejaksaan (Komjak) Ibnu Mazjah memberi apresiasi kepada seorang insan adhyaksa yang mau mengambil bagian untuk melakoni proses penegakan hukum di tahap tuntutan.

Jika dulu Ibnu Mazjah mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Barat Riyadi, kini dia melakukan hal serupa kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat (Kalbar) Masyhudi.

Praktis, apresiasi yang dilakukan Ibnu Mazjah menjadi bukti dari konsistensinya dalam memberikan pemahaman soal mengapa seorang insan adhyaksa harus selalu mengasah kemampuannya dengan ikut dalam proses persidangan.

Sederhananya, Ibnu Mazjah ingin mengingatkan kepada seluruh insan adhyaksa tentang apa yang membuat seorang jaksa dinilai profesional: tolak ukurnya adalah dengan bersidang dan memberikan argumentasi di hadapan majelis hakim.

Uraian di atas disampaikan Ibnu Mazjah dalam unggahan yang diterbitkannya dalam akun Instagram @ibnumazjah.

Berikut lontaran Ibnu Mazjah seperti yang dilihat KIRKA.CO di laman instagramnya, Rabu, 12 Mei 2021.

Untuk diketahui, Ibnu Mazjah tak mempersoalkan bila kemudian KIRKA.CO melansir unggahannya itu.

“Ketika seorang atau beberapa orang jaksa melakukan penuntutan, sesungguhnya dia tengah melakukan salah satu aktifitas pengembanan hukum. Disebut salah satu karena pengembanan hukum bermakna luas.

Pengembanan hukum merupakan rangkaian upaya mewujudkan gagasan-gagasan ideal yang menjadi tujuan hukum, dimulai dari aktifitas intelektual, penggalian, pengkonstruksian, pemformulasian, pembadanan, pengajaran hingga mempertahankannya di pengadilan.

Suatu rangkaian yang secara nyata melibatkan aspek kognitif & kemampuan teknis guna mewujudkan tanggungjawab atas amanah publik yang diberikan.

Pada 10 Mei 2021 lalu, Dr. @masyhuditasman
Kepala @kejati_kalbar menyidangkan perkara dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar
Rp 8,2 miliar.

Tindakan seorang Kajati untuk bersidang, kembali mempertegas bahwa jaksa adalah satu dan tak terpisahkan (Openbaar ministeries een en oldelbaar).

Dr. Masyudi juga memberikan pesan bahwa dirinya adalah seorang pemimpin yang wajib memberikan semangat, keteladanan dan pembelajaran; ilmu pengetahuan layaknya sebilah pisau yg harus terus diasah agar tidak tumpul.

Teladan yang baik itu diharapkan dapat mempersatukan kekuatan, kemandirian, pengetahuan serta tanggungjawab guna mencapai cita hukum yang berkeadilan, berkepastian sekaligus memberikan kemanfaatan”.

Sebagai informasi, persidangan yang dipimpin Kajati Kalbar Masyhudi sebagai Ketua Tim JPU itu, berkaitan dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengajuan Kredit Pengadaan Barang Atau Jasa (KPBJ) pada salah satu Bank di Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

  • Bagikan