Menu
Precision, Actual & Factual

Kisruh Tanah Ulayat Bersertifikat, Muhammad Iqbal Minta Gubernur Sumbar Segera Bertindak

  • Bagikan
Muhammad Iqbal Saat Menghadiri Acara Ikatan Keluarga Minangkabau. Foto Dok Pribadi Iqbal

KIRKA.CO – Menanggapi polemik Tanah Ulayat bersertifikat yang kini tengah ramai terjadi di daerah Sumatera Barat khususnya di daerah Kabupaten Tanah Datar – Malalo Tigo Jurai, Muhammad Iqbal selaku Pengacara yang juga warga Lampung keturunan Malalo Tigo Jurai dari Suku Jorong Duo Koto Malalo menyayangkan hal tersebut.

Kepada Kirka.co Kamis (19/03), Pengacara yang akrab dengan panggilan Iqbal tersebut angkat bicara, ia sangat terenyuh dan mengecam perbuatan yang menurutnya ulah para Mafia Tanah, Iqbal mengatakan mereka dengan sesuka hati mensertifikatkan Tanah Ulayat di daerah tersebut, sebab tanah Ulayat merupakan tanah turun-temurun sedari nenek moyang yang terus dijaga dan dikelola oleh keturunannya, jelas tidak diperjual belikan.

“Saya mengecam perbuatan Mafia Tanah yang telah mensertifikatkan Tanah Ulayat di daerah tersebut, sudah jelas tanah tersebut adalah Tanah Ulayat yaitu tanah turun temurun dari Nenek Moyang Kami terdahulu yg sampai saat ini masih dikelola dan dijaga oleh keturunannya,” ujar Iqbal.

“Saya merasa miris sekali kok sekarang tiba-tiba tanah tersebut muncul sertifikat dan ada pihak yg mengklaim tanah itu diperoleh dari hasil membeli, padahal yg Saya ketahui Tanah Ulayat yg ada di daerah asal Saya itu tidak pernah diperjual-belikan sampai saat ini,” sambungnya.

Merespon hal yang terjadi di tanah kelahirannya Iqbal pun secara khusus meminta kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar, serta Bupati Tanah Datar agar dapat mengusut peristiwa tersebut sampai tuntas, sebab hal ini telah menjadi perhatian khusus dari Presiden Rebublik Indonesia Joko Widodo dan Kepala Kepolisian Rebuplik Indonesia (Kapolri), maka ia berharap pihak terkait dapat segera menangkap Mafia dibalik sertifikat Tanah Ulayat.

Ia pun meminta kepada Kepala Kepolisian Resor Padang Panjang yang membawahi wilayah tersebut, supaya dapat melepaskan orang – orang yang telah ditangkap dalam upayanya mempertahankan Tanah Leluhurnya tersebut, dalam kerusuhan yang terjadi di Malalo Tigo Jurai tahun lalu.

Muhammad Iqbal, Warga Lampung Keturunan Malalo Tigo Jurai dari Suku Jorong Duo Koto Malalo saat menjalankan Profesi sebagai Pengacara di PN Tanjungkarang. Foto Dok Pribadi Iqbal

“Secara khusus Saya meminta kepada Gubernur Sumbar, Kapolda dan Bupati Tanah Datar, peristiwa ini sekiranya menjadi perhatian dan bisa menuntaskannya, karena saat ini telah jadi perhatian khusus bapak Presiden dan Bapak Kapolri, maka dalam hal ini Saya meminta dengan hormat untuk melepaskan orang yg ditangkap dan di tahan oleh pihak berwajib pada kerusuhan yg terjadi di daerah Malalo Tigo Jurai,” ungkapnya.

“Karena Mereka itu bukan lah seorang Penjahat Besar tapi Mereka melakukan hal tersebut demi menjaga Tanah Leluhurnya dan mengusir Mafia Tanah tersebut dari kampung Kami Malalo Tigo Jurai, Saya harap pihak berwajib bisa mengusut tuntas Aktor atau Dalang dibalik semua ini tanpa pandang bulu, siapapun orang dibalik ini semua,” tegas Iqbal.

Iqbal pun menambahkan terkait pengakuan Negara terhadap keberadaan tanah Ulayat dimana telah tertuang dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa Negara mengakui dan menghormati Kesatuan-kesatuan Masyarakat Hukum Adat beserta Hak-hak Tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan Masyarakat dan Prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam Undang-undang,” urai Iqbal menutup wawancara dengan pewarta Kirka.co.

Eka Putra

  • Bagikan