Menu
Precision, Actual & Factual

Kepala Inspektorat Lamteng Kasih Suap Rp 2,1 M untuk Dapat Proyek, Juga Pernah Siapkan Rp 500 Juta Tutup Hitungan BPK

  • Bagikan
Muhibatullah berdiri di tengah saat disumpah menjadi saksi di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 18 Maret 2021. Ia diketahui turut memberi suap ke Mustafa lewat anak buah Mustafa. Total uang yang ia berikan tercatat senilai Rp 2,1 M untuk dapat paket proyek, dan Rp 500 juta untuk menutup perhitungan BPK. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Kepala Inspektorat Lampung Tengah (Lamteng) Muhibatullah mengaku secara sadar telah ikut bermain proyek di Dinas Bina Marga lewat Taufik Rahman.

Taufik Rahman adalah eks Kadis Bina Marga Lamteng, menjadi Terpidana usai di-OTT KPK bersama eks Bupati Lamteng Mustafa.

Diketahui Muhibatullah duduk sebagai Saksi untuk diperiksa dalam perkara suap dan gratifikasi Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 18 Maret 2021.

Niat Muhibatullah yang dulunya adalah Kadis PU-PR Lamteng tahun 2016 lalu untuk ikut main proyek berangkat dari tawaran Taufik Rahman.

Awalnya Taufik Rahman menurut dia memohon agar disiapkan dana senilai Rp 2 M. Modus atau motif Taufik itu kata dia; pinjaman.

Tapi dalam perjalanannya, Muhibatullah malah memberikan Rp 2,1 M yang ia kumpulkan dari beberapa orang dan keluarganya.

Sebelum dirayu, Taufik Rahman mengatakan akan memulangkan uang dari Muhibatullah. Kalau pun tidak kembali, maka Muhibatullah akan ditawarkan paket proyek senilai Rp 15 sampai 16 miliar.

Yang perlu diketahui, Muhibatullah pun tak hanya punya catatan setor menyetor soal Rp 2,1 M.

Tapi juga dia pernah disebut memberikan Rp 500 juta. Uang itu dimaksudkan untuk menutupi hasil perhitungan BPK.

Hal itu sesuai dengan yang tertuang di dalam BAP. Muhibatullah tercatat memberikan Rp 500 juta bukan Rp 2,1 M.

Namun, sampai saat di persidangan, duduk soal uang Rp 500 juta yang diberikan Muhibatullah untuk keperluan penutupan hasil perhitungan BPK.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan