Menu
Precision, Actual & Factual

Kemenkeu : Sri Mulyani Tidak Minta Tangani Hutang Indonesia, Jangan Terjebak Kesimpulan Keliru

  • Bagikan
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Dr. Rahayu Puspasari, MBA, BE(Acc). Foto Akun Twitter @rahayupuspa7

KIRKA.CO – Jangan terjebak heboh membahas hal yg salah. MenkeuSMI (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,red) tidak meminta IMF-World Bank menangani hutang  Indonesia. Itu intrepretasi dan kesimpulan yg keliru. Demikian cuitan akun twitter @rahayupuspa7, sembari mengirim mention pada akun @msaid_didu (diketahui akun twitter pribadi Muhammad Said Didu) dan @RamliRizal (diketahui akun twitter pribadi Dr. Rizal Ramli), Minggu malam (18/04).

Diketahui akun twitter @rahayupuspa7 adalah akun twitter pribadi milik Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kabiro Komyaninfo Kemenkeu) Dr. Rahayu Puspasari, MBA, BE(Acc).

Melalui akun pribadi Rahayu Puspasari angkat bicara atas opini yang menurutnya sengaja dipelintir dan menyudutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Ada 13 poin penjelasan darinya untuk meluruskan opini publik agar sesuai dengan fakta yang terjadi.

“Berikut penjelasan konteks pernyataan Menteri Keuangan terkait IMF-WB yg banyak dipelintir publik,” ujar Rahayu Puspasari.

1. Menkeu Sri Mulyani hadir pada rangkaian 2021 IMF-WBG Spring Meetings (09/04) yang berfokus pada topik “Pembangunan internasional, pembiayaan, pemulihan ekonomi, vaksin, dan perubahan iklim.”

2. Menkeu Sri Mulyani mewakili negara konsitituensi South East Asian Voting Group (SEAVG) menyampaikan agar World Bank dan IMF memberikan dukungan kepada negara-negara di dunia, khususnya negara-negara miskin (low income countries).

3. Dukungan ini berupa meningkatkan akses terhadap vaksin, mengelola beban pembiayaan, serta menerapkan strategi pemulihan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

4. Menkeu Sri Mulyani  menyampaikan bahwa upaya penanganan Covid-19, seperti program vaksinasi dan dukungan kebijakan, telah menopang prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin membaik, namun terdapat tantangan yaitu tidak meratanya pemulihan global.

5. Sejumlah negara diproyeksikan akan dapat tumbuh cukup tinggi di tahun 2021 termasuk Indonesia, namun negara-negara yang terpukul lebih keras memiliki proyeksi pertumbuhan yang jauh lebih rendah.

6. Indonesia sendiri berhasil menjaga defisit anggaran relatif rendah dan memiliki daya tahan yang baik jika dibandingkan negara-negara lainnnya.

“Padahal pada tahun 2020 pandemi COVID-19 tidak pandang bulu menghantam ekonomi global, termasuk negara-negara G-20 dan ASEAN,” imbuhnya.

Foto Akun Twitter @rahayupuspa7

7. Negara-negara miskin (low income countries) menghadapi tantangan yang paling besar.

“Oleh karena itu, negara-negara kreditur memberikan fasilitas penundaan pembayaran kewajiban utang dalam program Debt Service Suspension Initiative (DSSI) hingga akhir tahun 2021,” jelas Kabiro Komyaninfo Kemenkeu RI

8. Selain itu, implementasi Common Framework for Debt Treatment beyond the DSSI memungkinkan 73 negara miskin tersebut mendapatkan keringanan pembayaran kewajiban utang secara a case-by-case basis.

9. Pelaksanaan DSSI dan Common Framework bagi negara-negara miskin tersebut diinisiasi oleh G20 dan mendapatkan dukungan dari stakeholder.

“Dalam pelaksanaan DSSI dan Common Framework ini Bank Dunia dan IMF memberikan dukungan teknis dan analisis debt sustainability,” katanya.

10. Pada tahun 2020, realisasi DSSI bagi negara-negara miskin (low income countries) tersebut mencapai USD5,7 miliar; dan pada semester pertama tahun 2021 diperkirakan akan mencapai USD7,3 miliar.

11. Indonesia mendukung pelaksanaan DSSI & Common Framework serta peran Bank Dunia- IMF dlm membantu negara-negara miskin dapat fasilitas pembiayaan vaksin, meningkatkan tatakelola pembiayaan, serta menerapkan strategi pemulihan ekonomi yg kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif

12. Untuk memenuhi kebutuhan mengatasi pandemi dan ekonomi yang tertekan, banyak negara menambah utangnya sehingga rasio utang terhadap GDP-nya meningkat sangat tajam.

Dibanding negara-negara tersebut, Indonesia dapat menekan dan mengelola utangnya dengan baik.

Foto Akun Twitter @rahayupuspa7

13. Pemerintah Indonesia sendiri mengupayakan kemandirian pembiayaan dengan semakin memperbesar porsi Surat Berharga Negara Domestik.

Pendalaman pasar keuangan domestik akan terus dilakukan untuk mendukung kemandirian pembiayaan ini.

APBN Maret 2021 : https://t.co/UBTT4wc1rX Sumber : https://t.co/LNdjE6GEz1

 

M Satria

  • Bagikan