Menu
Precision, Actual & Factual

Kejati Lampung Beberkan Status Perkara Korupsi Terkait Dana Website Desa Lampung Timur

  • Bagikan
Kirka.co
Kejati Lampung. Foto Istimewa

KIRKA – Kejaksaan Tinggi Lampung mengungkapkan sejauh mana penanganan perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan penggunaan anggaran yang bersumber dari Gerbang Indah atau GI pada 2016 di Lampung Timur.

Awalnya perkara ini diketahui ditangani oleh bidang intelijen Kejati Lampung.

Pada saat itu, muncul dugaan bahwa anggaran senilai Rp 12 juta dari setiap desa di Lampung Timur dialokasikan untuk pengadaan website.

Nominal belasan juta rupiah itu dimaksudkan agar setiap desa nantinya memiliki website yang bisa diakses oleh publik.

Anggaran dana Gerbang Indah atau GI ini diketahui bersumber dari APBD Lampung Timur dan setiap desa dapat ‘jatah’ Rp 50 juta.

LSM Tegar Lampung Timur-lah yang membuat aduan secara resmi ke kejaksaan terkait hal di atas. LSM Tegar Lampung Timur pernah tercatat mempersoalkan kelanjutan aduannya itu, tepatnya pada Selasa, 15 Mei 2018.

Sejauh penelusuran yang dilakukan KIRKA.CO, Kejati Lampung tercatat pernah memeriksa seluruh kepala desa di Lampung Timur.

Alih-alih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kelanjutan dari penanganan perkara ini tercatat belum pernah terpublikasi.

KIRKA.CO pada Jumat, 16 Juli 2021 mendapat penjelasan dari Kejati Lampung lewat sesi tanya jawab dengan pers melalui aplikasi zoom meeting terkait hal di atas.

Momen itu dihadiri Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan dan Kasidik pada Aspidsus Kejati Lampung Rolando Ritonga.

Terdapat beberapa poin yang dijelaskan. Diantaranya, penanganan perkara tersebut benar diawali bidang intelijen.

Kemudian setelah dilimpahkan ke bidang Pidana Khusus, hingga kini status dari perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.

Dalam melakukan penanganan perkara ini, penyidik disebut turut melibatkan seorang ahli dari Institut Teknologi Sumatera atau Itera.

  • Bagikan