Menu
Precision, Actual & Factual

Kejagung & MA Sinergi Sidang Online Demi Pencari Keadilan

  • Bagikan
Jaksa Agung ST Burhanudin. Sumber Puspenkum Kejaksaan Agung RI

KIRKA.COJakarta – Kamis (04/03) Kejaksaan Agung melalui Pusat Penerangan Hukum melakukan siaran pers terkait terobosan dan solusi penanganan sidang di massa Pandemi.

Ada pun penjelasan Jaksa Agung dalam siaran pers yang diterima Redaksi Kirka.co dimuat secara utuh dan tidak mengurangi substansi yang ingin dicapai oleh Jaksa Agung, ST Burhanudin.

Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melanda hampir setahun lebih. Sepanjang itu, penuntasan kasus terus berjalan. “Bagaimanapun terdapat hak para pencari keadilan yang harus kita jaga,” kata Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin.

Rekapitulasi oleh Satuan Kerja Kejaksaan Negeri/Cabang Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia menunjukkan persidangan melalui Video Conference telah digelar sebanyak 573.953 persidangan.

Kemudian Tahap 2 secara online sebanyak 4.967, itu adalah rekapitulasi persidangan dalam kurun 29 Maret 2020 sampai 11 Februari 2021.

Jaksa Agung, ST. Burhanuddin menjelaskan, sejak awal Covid-19 masuk Indonesia pada Maret 2020, Kejaksaan berinovasi mencari solusi bagaimana persidangan tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Saya mengeluarkan Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020, yang menekankan bahwa penyelesaian persidangan harus tetap dilaksanakan yaitu dengan menggunakan media online yaitu dengan menggunakan video conference,”

Langkah tersebut mendapat dukungan stakeholders terkait seperti Mahkamah Agung yang juga mengeluarkan peraturan senada dengan Kejaksaan RI yakni Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 4 Tahun 2020 yang menekankan agar dilakukan persidangan melalui video conference, artinya Mahkamah Agung pun sepakat bahwa selama masa Pandemi Covid-19, persidangan harus tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Sidang melalui video conference dilakukan di tiga tempat yang saling terhubung secara online, diantaranya Jaksa berada di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Hakim di Pengadilan Negeri (PN), dan Terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Persidangan melalui video conference merupakan terobosan di tengah pandemi atau masa darurat.

“Harapan Kami ke depan persidangan melalui video conference dikukuhkan di dalam hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia,” kata Jaksa Agung.

Berkaitan dengan protokol kesehatan di lingkungan Aparatur Kejaksaan, pelaksanaan seluruh kegiatan mengikuti protokol yang ditetapkan.

“Saya sudah tegaskan kepada jajaran untuk tetap waspada dengan senantiasa menjaga kesehatan dan disiplin ketat menerapkan protokol kesehatan,” ujar ST Burhanuddin.

Terkait upaya pencegahan sebagai episentrum Covid-19 telah menerbitkan Surat Jaksa Agung RI Nomor B-306/A/SUJA/08/2020 tanggal 28 Agustus 2002 tentang Pencegahan perkantoran di lingkungan Kejaksaan RI sebagai episentrum Covid-19.

Eka Putra/SP-JA

  • Bagikan