Menu
Precision, Actual & Factual

Sosok Jarwo, Kaki Tangan Aziz Syamsudin yang Jadi Makelar DAK Lamteng 2017

  • Bagikan
Aziz Syamsudin. Sumber Istimewa

KIRKA.CO – Di dalam perkara suap dan gratifikasi yang didakwa KPK kepada Mustafa selaku Bupati Lampung Tengah (Lamteng) untuk periode 2016 sampai 2021, terdapat dugaan pemberian fee untuk mengurus proposal kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN ke Pemkab selama Mustafa menjabat.

Proposal itu dibagi atas dua bagian. Pertama proposal untuk DAK yang akan diterima Pemkab Lamteng dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2017 dan 2018.

Untuk pengurusan DAK APBN TA 2017, Mustafa diduga memberikan uang fee kepada Aziz Syamsudin lewat eks Kadis Bina Marga Pemkab Lamteng Taufik Rahman serta anak buah Taufik.

Di tahun itu, Aziz Syamsudin adalah Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR. Ia terpilih menduduki jabatan itu untuk menggantikan Kahar Muzakir dan menjalankan program kerja Banggar DPR sampai 2019.

Aziz Syamsudin diyakini mengutus anak buahnya untuk mengurusi teknis pembuatan proposal tersebut. Pertama namanya Jarwo dan kedua, Aliza Gunado Ladonny.

Taufik Rahman telah mengutarakan hal ini ketika ia menjadi saksi untuk Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis lalu, 11 Februari 2021.

Singkatnya, Taufik Rahman mengaku bahwa Jarwo adalah orang pertama yang diajak berdialog untuk mengurus proposal itu.

Namun kemudian, beralih kepada Aliza Gunado. Pemkab Lamteng dijanjikan akan mendapat kucuran DAK senilai Rp 100 miliar.

Tapi hal itu tidak terrealisasi. DAK yang diterima hanya Rp 30 miliar. Padahal fee untuk proposal itu telah dibanderol hingga Rp 2,5 miliar.

Dari dua orang kaki tangan Aziz Syamsudin itu, yang terkenal hanya Aliza Gunado. Dia adalah eks petinggi di PT LJU. Belakangan namanya ikut diajukan KPK untuk dicekal bepergian ke luar negeri bersama dengan Aziz Syamsudin.

Pencekalan itu bukan berkaitan dengan DAK ini. Namun berkaitan dengan pengusutan keterlibatan Aziz Syamsudin di kasus korupsi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Selama proses sidang berjalan, sosok Jarwo tak banyak diulas. Berangkat dari itu, KIRKA.CO mendapat informasi bahwa Jarwo bertempat tinggal di Kabupaten Lampung Tengah.

Informasi yang dihimpun KIRKA.CO baru-baru ini menyebut, Jarwo memiliki rumah di Kecamatan Bandar Mataram atau Seputih Mataram.

Selama mengurus proposal DAK APBN TA 2017, Jarwo difasilitasi biaya operasional di Jakarta.

Dari uang hasil pengumpulan ijon proyek, biaya kamar Jarwo baik ia sendiri dan temannya, selalu dibiayai.

Informasi yang diulas di atas ini untuk diketahui belum pernah diungkap di dalam persidangan.

Indra Erlangga disebut sebagai orang yang mengetahui informasi tentang Jarwo tersebut. KIRKA.CO mendapati sejumlah nomor ponsel milik Indra Erlangga tidak aktif lagi.

Indra Erlangga adalah anak buah Taufik Rahman yang bekerja juga di Dinas Bina Marga Pemkab Lamteng.

Informasi yang diterima KIRKA.CO, nomor ponsel Indra Erlangga yang lama disebut memang tidak aktif lagi pasca kejadian OTT KPK kepada Mustafa.

Sebelumnya, Aziz Syamsudin sendiri telah menyampaikan sangkalan terkait pengurusan DAK Pemkab Lamteng. Ia membantah terlibat dalam pengurusan DAK tersebut.

  • Bagikan