Menu
Precision, Actual & Factual

Isi Materi Pemeriksaan Aziz Syamsudin dan Jurus Bungkamnya di KPK

  • Bagikan
Aziz Syamsudin. Sumber Istimewa

KIRKA.CO – KPK sebelumnya diketahui telah memeriksa Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin, Rabu kemarin, 9 Juni 2021.

Usai jalani pemeriksaan, Aziz Syamsudin dilaporkan lewat pemberitaan hanya bungkam.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menuturkan apa saja materi pemeriksaan yang diterapkan penyidik ketika memeriksa Aziz Syamsudin.

Sejatinya, Aziz diperiksa dalam rangka memenuhi berkas perkara atas tersangka Stepanus Robin Pattuju.

Ia dulunya adalah penyidik KPK berpangkat AKP yang berdasarkan sidang etik Dewas KPK telah dinyatakan bersalah dan dipecat dari KPK.

Sebelumnya, Aziz diduga turut terlibat dalam perkara ini. Perkara ini berkait dengan penetapan tersangka kepada Wali Kota Tanjungbalai non aktif M Syahrial

Aziz disebut sebagai pihak yang menghubungkan pertemuan antara AKP Robin dengan M Syahrial.

Tujuan pertemuan itu diduga untuk mengurus perkara dugaan korupsi M Syahrial yang sedang ditangani KPK.

Penjelasan awal terhadap dugaan keterlibatan Aziz sewaktu diekspose oleh KPK ini lah yang kemudian menjadi materi pemeriksaan Aziz.

“Tim Penyidik mengkonfirmasi antara lain terkait dengan awal perkenalan saksi dengan tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan dugaan memfasilitasi oleh saksi untuk dilakukannya lewat pertemuan di rumah dinas jabatan Wakil Ketua DPR, antara tersangka SRP dengan tersangka MS (M Syahrial),” terang Ali Fikri lewat keterangan tertulisnya, Kamis pagi, 10 Juni 2021.

Ali Fikri menambahkan, bahwa segala hal yang berkenaan dengan penyidik perkara korupsi ini, akan dijabarkan lebih luas di ruang persidangan ketika berkas perkara telah dilimpahkan.

Ia berharap publik dan pers turut memantau jalannya proses persidangan nantinya. Terlebih terhadap materi keterangan-keterangan saksi yang telah diperiksa penyidik. Termasuk keterangan Aziz Syamsudin.

“Keterangan materi pemeriksaan selengkapnya telah tertuang dalam BAP saksi dan akan disampaikan di depan persidangan Tipikor,” ungkap Ali Fikri.

  • Bagikan