Menu
Precision, Actual & Factual

Irfan Nuranda Jafar, Terangkan Upaya Makelar Kasus Dari Jeratan KPK

  • Bagikan
Komisaris Utama PT Bumi Lampung Persada Irfan Nuranda Jafar (berkemeja putih) diperiksa sebagai saksi oleh KPK di dalam persidangan korupsi yang berkait dengan fee proyek pada Dinas PU-PR Lampung Selatan. Sebagai saksi, ia ternyata dimintai keterangan sebagai salah satu orang yang mengetahui tentang adanya upaya makelar kasus untuk meloloskan terdakwa Hermansyah Hamidi dari jeratan KPK. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan kepada Komisaris Utama PT Bumi Lampung Persada Irfan Nuranda Jafar di dalam ruang persidangan untuk berkas perkara korupsi atau yang berkaitan dengan fee proyek pada Dinas PU-PR Lampung Selatan (Lamsel), di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 14 April 2021.

Pemeriksaan sebagai saksi ini dijalani Irfan Nuranda Jafar untuk berkas perkara atas terdakwa eks Kadis PU-PR Lamsel Hermansyah Hamidi; dan eks Kabid Pengairan Dinas PU-PR Lamsel Syahroni. Dua orang ini menjadi terdakwa atas hasil pengembangan KPK berdasarkan kasus korupsi eks Bupati Lamsel Zainudin Hasan.

Di awal pemeriksaan, Irfan Nuranda Jafar yang dulunya adalah Bupati Lampung Timur tersebut mengaku adalah teman kecil dari terdakwa Hermansyah Hamidi. Irfan Nuranda Jafar mengaku masih satu sekolah dengan Hermansyah Hamidi sejak mengeyam pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Berangkat dari keterangan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho melakukan permintaan keterangan kepada Irfan Nuranda Jafar terkait hal-hal yang menyangkut dengan upaya makelar kasus.

Untuk diketahui, KPK melalui Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri atau Taufiq Ibnugroho, sudah pernah tercatat menyampaikan hal-hal yang berkait dengan makelar kasus di dalam berkas perkara Hermansyah Hamidi dan Syahroni ini.

Kaitan dengan makelar kasus ini tepatnya disampaikan Taufiq Ibnugroho kala KPK resmi melakukan registrasi berkasi perkara ke PN Tipikor Tanjungkarang.

Singkatnya, JPU KPK Taufiq Ibnugroho menyatakan bahwa kesaksian Irfan Nuranda Jafar menjadi catatan bagi KPK pada persidangan ke delapan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan.

Berikut penjelasan dari JPU KPK Taufiq Ibnugroho tentang peran dan kesaksian Irfan Nuranda Jafar.

“Kalau Pak Irfan Nuranda Jafar hari ini menerangkan terkait dengan ada setoran fee sebesar Rp 750 juta dari proyek yang dikerjakan di Dinas PU-PR Lampung Selatan melalui PT Bumi Lampung Persada.

Selain itu, Pak Irfan Nuranda juga menerangkan terkait dengan adanya semacam, orang yang bisa mengurus perkara. Terkait dengan orang-orang yang bisa mengurus perkara untuk Pak Hermansyah Hamidi,” tutur Taufiq Ibnugroho saat diwawancarai KIRKA.CO ihwal apa saja peranan dari 5 orang saksi yang dihadirkan di ruang persidangan.

Sebelum saksi Irfan Nuranda Jafar, pada fakta persidangan sebelumnya juga, KPK telah memeriksa saksi berinisial AAT. Ia adalah Komisaris PT Bumi Lampung Persada, yang sahamnya lebih kecil dibanding Irfan Nuranda Jafar.

Pada saat memberikan keterangan, AAT juga dimintai penjelasan oleh JPU KPK tentang adanya upaya makelar kasus atau setidak-tidaknya cara untuk melepas jeratan hukum dari KPK. Penjelasan soal makelar kasus kepada AAT tidak jauh berbeda, tetap soal upaya Hermansyah Hamidi melepas jeratan hukum dari KPK.

KIRKA.CO melakukan konfirmasi atau penegasan dari KPK, apakah Irfan Nuranda Jafar dan AAT masih berkait dengan upaya markus, utamanya ketika KPK menerbitkan penyidikan baru dari kasus Zainudin Hasan.

Berikut penjelasan JPU KPK Taufiq Ibnugroho.

”Ya jadi, ada pihak yang mengaku bisa mengurus agar Pak Hermansyah Hamidi tidak menjadi tersangka di KPK. Melalui tadi, Pak Irfan Nuranda Jafar dan juga Pak Suhadi, kemudian ada saksi-saksi yang hari ini kita panggil tadi tidak dapat hadir. Menurutnya, bisa menguruskan prosesnya,” ungkap Taufiq Ibnugroho.

Taufiq Ibnugroho juga menyebut, bahwa berdasar dari keterangan Irfan Nuranda Jafar, Hermansyah Hamidi sempat diminta untuk menyiapkan uang senilai Rp 3 miliar. Hanya saja, Irfan Nuranda Jafar mengaku uang tersebut belum jadi diberikan oleh Hermansyah Hamidi.

”Dan ada permintaan uang, sejumlah uang kepada Hermansyah Hamidi. Awalnya disebut tadi, diminta Rp 3 miliar. Namun menurut keterangan Pak Irfan (Irfan Nuranda Jafar) belum diserahkan. Namun kan masih ada saksi-saksi yang menerangkan soal itu tapi belum bisa dihadirkan,” jelas Taufiq Ibnugroho.

Redaksi KIRKA.CO selanjutnya akan menerakan transkrip percakapan antara JPU KPK Taufiq Ibnugroho dengan Irfan Nuranda Jafar terkait upaya makelar kasus yang menjadi ulasan di dalam ruang sidang. Transkrip tersebut nantinya akan menerakan siapa yang berperan dan apa saja profilnya.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan