Menu
Precision, Actual & Factual

Irfan Nuranda Jafar Beberkan Aktor Makelar Kasus, Ia Menyebut Agen BIN, Pensiunan Polri, dan Haris Panca

  • Bagikan
Gaya duduk Irfan Nuranda Jafar (berkemeja putih) di ruang persidangan tercatat telah berlangsung demikian, selama 9 menit. Ia diperiksa sebagai Komisaris Utama PT Bumi Lampung Persada dan juga diperiksa terkait dugaan makelar kasus. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Adalah eks Ketua DPW PAN Lampung Irfan Nuranda Jafar, seorang saksi yang dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan perkara korupsi setoran fee proyek pada Dinas PU-PR Lampung Selatan (Lamsel), tentang hal-hal yang berkorelasi dengan aktor-aktor di balik dugaan makelar kasus (markus).

Kontekstual aktor yang diduga markus ini disebut Irfan Nuranda Jafar berhubungan dengan dugaan atas upaya meloloskan Hermansyah Hamidi dari jeratan hukum yang ditangani KPK.

Irfan Nuranda Jafar yang juga adalah Komisaris Utama PT Bumi Lampung Persada ini menerangkan sedikit lebih terbuka ihwal dugaan markus, dibanding AAT di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 14 April 2021.

Kepada KIRKA.CO, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho yang menyidangkan berkas perkara ini mengatakan, AAT pada saat diperiksa di persidangan beberapa waktu lalu hanya menyampaikan gambaran umum tentang dugaan markus tersebut.

Dari apa yang disampaikan Irfan Nuranda Jafar, KIRKA.CO mencatat bahwa sosok-sosok tersebut diantaranya adalah Slamet.

Penyampaian soal nama Slamet ini dicoba untuk diperjelas oleh Taufiq Ibnugroho kepada Irfan Nuranda Jafar. Taufiq bertanya apakah Slamet yang dimaksud adalah Slamet Riyadi Tjan alias Slamet Petok. Irfan Nuranda Jafar mengaku mengenal Slamet asal Pekalongan.

Kemudian Agung, yang disebutnya sebagai agen BIN. Ia sendiri mengaku telah bertemu dengan sosok bernama Agung ini.

Saat nama Agung ini disebutnya, JPU KPK Taufiq Ibnugroho menanyakan apakah Agung yang dimaksud adalah Oky Agung Prasetyana atau Oki Agung Prasetyana. Irfan Nuranda Jafar mengaku tidak mengetahui persis nama tersebut.

Setelahnya Irfan Nuranda Jafar juga menyebut nama Haris Panca, yang ia kenal sebagai adik dari Hermansyah Hamidi, terdakwa di dalam persidangan ini.

KPK sedianya berencana turut menghadirkan saksi-saksi yang juga memiliki pengetahuan terkait dugaan aktor markus. Di antaranya adalah Suhadi dan Ihsan Nurjanah.

Kedua nama ini juga turut disebut oleh Irfan Nuranda Jafar sebagai pihak-pihak yang diduga ikut terlibat dalam urusan markus tersebut. Suhadi disebutnya adalah teman dari Slamet.

Menurut Taufiq Ibnugroho, sosok bernama Suhadi dan Ihsan Nurjana akan dipanggil ulang ke dalam ruang persidangan untuk diperiksa sebagai saksi.

Dalam penyampaian Irfan Nuranda Jafar, sempat terjadi permintaan uang senilai Rp 3 miliar hingga turun ke angka Rp 1 miliar sebagai jaminan untuk meloloskan Hermansyah Hamidi dari jeratan pidana atau agar Hermansyah Hamidi tidak ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Kendati mendapat pengakuan seperti itu, Taufiq Ibnugroho mengatakan: ”Menurut keterangan Pak Irfan belum diserahkan. Namun kan ada saksi-saksi yang bisa menerangkan (ihwal markus) namun belum bisa hadir”.

“Hari ini kita ingin mengungkapkan fakta bahwa seperti apa. Apakah memang ada seperti itu (markus). (Sebagai bahan uji?) Iya. Memang kan kalau ada, kita akan tunjukkan siapa. Tapi kan saksi tadi belum menjelaskan. Mungkin nanti saksi Pak Suhadi maupun saksi yang berikutnya mungkin bisa menerangkan kalau minggu depan hadir,” tambah Taufiq Ibnugroho.

Untuk diketahui, Irfan Nuranda Jafar mengaku melakukan komunikasi dengan Slamet dan Suhadi, sebagai sosok yang menawarkan bantuan agar meloloskan Hermansyah Hamidi dari jeratan KPK. Sebab, mereka mengaku memiliki ‘orang dalam’ di KPK.

Ia meyakini kemampuan dan tawaran tersebut dapat terealisasi berdasarkan pengakuan Agung. Suhadi disebut Irfan Nuranda Jafar dulunya adalah anggota Polri dan kini berprofesi sebagai Pengacara.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan