Menu
Precision, Actual & Factual

Hakim Singgung Bagaimana Tindak Lanjut Fakta Sidang Soal Purwati Lee

  • Bagikan
Ketua Bidang Perempuan dan Anak pada DPW NasDem Lampung Foni Renata berbicara sedikit banyak tentang bagaimana intervensi yang dilakukan oleh Vice President PT SGC Purwati Lee kepada proses Pilgub Lampung 2018 saat ia memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 29 April 2021. Foto Eka Putra

KIRKA.COKetua Bidang Perempuan dan Anak pada DPW NasDem Lampung Foni Renata berbicara sedikit banyak tentang bagaimana intervensi yang dilakukan oleh Vice President PT SGC Purwati Lee kepada proses Pilgub Lampung 2018.

Hal itu diutarakan Foni saat dia bersedia memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 29 April 2021. Persidangan ini berkenaan dengan perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan kepada eks Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Foni dalam keterangannya mengatakan bahwa DPW NasDem Lampung telah merasa dikhianati oleh Wasekjen DPP PKB Chusnunia Chalim dan Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Pembahasan Foni ini sesungguhnya berkaitan dengan mahar politik pada kontestasi Pilgub Lampung 2018 silam.

PT SGC disebutnya telah memberikan suntikan dana sebagai investor kepada PKB yang kemudian membuat PKB berpaling dari DPW NasDem Lampung. Padahal, PKB yang sejak awal menawari untuk diberikannya mahar politik sebagai komitmen atas dukungan partai politik kepada Mustafa dalam Pilgub Lampung kemarin.

Foni menyebut, suntikan dana yang diberikan Purwati Lee lebih besar dibanding mahar politik yang disepakati antara terdakwa Mustafa dan Chusnunia Chalim. Pengetahuan-pengetahuan atas hal ini ditegaskan Foni telah menjadi pembahasan di internal DPW NasDem Lampung. Pembahasan tersebut bahkan dikategorikannya dengan Rapat Khusus.

Menanggapi hal ini, hakim anggota sempat mengucapkan hal-hal yang menjadi gambaran ke depan mengenai bagaimana seharusnya proses lanjutan terhadap seringnya muncul sosok di balik kontestasi Pilgub Lampung. Terlebih pada hal yang berkenaan dengan mahar politik PT SGC ke DPP PKB.

“Hal ini sudah bukan rahasia lagi, apalagi sudah menjadi pemberitaan dimana-mana. Dan saya tidak tahu ini bagaimana nanti apakah merupakan catatan apakah merupakan masih perlu atau tidak. Itu adalah kewenangan JPU lah, saya tidak tahu itu. Tapi yang jelas, bahwa hal ini sudah merupakan hal yang terungkap di persidangan. Itu menurut saya,” tutur hakim anggota Medi Syahrial.

Apa yang diutarakan hakim anggota ini setidaknya menjadi desakan dari masyarakat. Bahkan, pada saat proses persidangan perkara Mustafa ini digelar, sudah 2 kali muncul demo yang menyebutkan agar KPK memanggil Purwati Lee.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman dan eks Pimpinan KPK Saut Situmorang serta Ketua Presidium IPW Neta S Pane setidak-tidaknya telah menyuarakan agar KPK di era Firli Bahuri harus melakukan pendalaman yang lebih terhadap fakta sidang mengenai Purwati Lee dan Muhaimin Iskandar. Pendalaman yang dimaksud kepada KPK secara spesifik adalah untuk membuka penyelidikan baru atau pengembangan atas fakta sidang.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan