Menu
Precision, Actual & Factual

Hakim Pindah Tugas, Pengacara Keluhkan Perkara Korupsi Pajak Minerba Lampung Selatan jadi Dikebut

  • Bagikan
Sukriadi Siregar & Tim Selaku Kuasa Hukum Terdakwa Yuyun Maya Sapira. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Perkara Tindak Pidana Korupsi Pajak Minerba Lampung Selatan yang baru saja digelar hari ini Jumat 25 Juni 2021, dikebut agenda sidangnya lantaran Hakim Ketua dalam perkara tersebut akan berpindah tugas, hal ini membuat Kuasa Hukum harus mempersiapkan Nota Pembelaan hanya dalam waktu empat hari.

Masriati selaku Hakim Ketua yang menyidangkan perkara korupsi pajak Minerba Lampung Selatan ini, yang juga diketahui kini tengah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Blambangan Umpu – Way Kanan, akan segera berpindah tugas ke Pengadilan Negeri Palembang – Sumatera Selatan.

Hal tersebut turut mempengaruhi jadwal proses persidangan yang makin dipercepat, yang juga menjadi keluhan bagi Penasihat Hukum salah satu Terdakwa lantaran ia harus mempersiapkan nota pembelaan kliennya tersebut hanya dalam waktu empat hari.

“Memang agak kerepotan ini jadwal jadi dikebut, Selasa 29 Juni 2021 dijadwalkan pembacaan nota pembelaan terdakwa, hari ini saja baru dibacakan tuntutan Jaksa, jadi kami hanya punya waktu empat hari selesaikan pledoi,” ujar Penasihat Hukum Yuyun Maya Saphira, Sukriadi Siregar.

Namun meski waktu yang singkat menjadi sedikit beban, tetapi hal tersebut wajib dilaksanakan oleh Jaksa maupun Kuasa Hukum, hal tersebut dikarenakan telah menjadi ketetapan Hakim dimana dijadwalkan usai pembacaan pledoi pada 29 Juni besok, Jaksa akan membacakan jawabannya pada 31 Juni, kemudian di tanggal 8 Juli Hakim dijadwalkan akan memutus perkara ini.

“Ya meski waktu yang disingkat jadi sedikit beban kami, mau nggak mau ya dilaksanakan, karena jadwal sudah ditetapkan ya harus diikuti, jadi kita fokus saja dengan nota pembelaan di 29 Juni besok,” imbuhnya.

Diketahui dalam perkara ini, Jaksa baru saja membacakan tuntutannya terhadap empat Terdakwa yakni Yuyun Maya Saphira, M. Efriansyah Agung, Soma Mudawan Perkasa, Serta Marwin, yang meminta hakim untuk menghukum Yuyun Maya Saphira dengan hukuman lima tahun penjara.

Yuyun pun dituntut pidana denda sebesar Rp200 juta, dengan subsidair denda yaitu 4 bulan penjara, serta diwajibkan untuk membayar Uang Pengganti Kerugian Negara sebanyak total Rp2.268.186.300 (Dua miliar dua ratus enam puluh delapan juta seratus delapan puluh enam ribu tiga ratus rupiah), dengan subsidair UP yakni penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

Sedang terhadap tiga terdakwa lainnya Jaksa menuntut dengan lama hukuman, denda dengan subsider yang sama yakni selama satu tahun dan enam bulan, dan denda sebesar Rp100 juta subsidair empat bulan penjara.

  • Bagikan