Menu
Precision, Actual & Factual

Hakim Diminta Tuangkan BB Nomor 29 dan 40 ke Dalam Putusan Korupsi Jilid 2 Lampung Selatan

  • Bagikan
Ilustrasi surat putusan. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Suadi Romli angkat bicara soal duduk perkara Barang Bukti (BB) yang ditampilkan JPU KPK saat menyidangkan perkara korupsi hasil pengembangan pada Dinas PU-PR Lampung Selatan.

BB yang diulas Ketua DPP Pematank Lampung ini secara spesifik adalah BB Nomor 29 dan 40.

BB ini ditampilkan JPU KPK dalam persidangan ke-10 atas terdakwa eks Kadis PU-PR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi dan eks Kabid Pengairan Dinas PU-PR Lampung Selatan Syahroni.

Adapun isi dari kedua BB ini adalah tentang peneraan jumlah uang dan diikuti inisial “BPK, WKJT, KJR, Kasat Intel dan Pol”.

Kepada KIRKA.CO, Kamis, 6 Mei 2021, Romli memohon agar majelis hakim menuangkan BB tersebut ke dalam surat putusan.

Sebab menurut dia, BB itu jelas sangat berkaitan dengan perkara yang disidangkan. Dan jika tidak punya kaitan, ungkapnya, maka BB itu harusnya tidak perlu dipamerkan.

Dan ternyata, sambungnya, BB itu sebelumnya telah disita penyidik KPK ketika KPK menangani perkara korupsi Zainudin Hasan terdahulu.

“BB itu jelas berkaitan dengan perkara itu. Buktinya BB itu ditampilkan di hadapan majelis dan ternyata proses penyitaannya berangkat dari perkara pertama. Artinya BB itu dianggap dapat membuktikan kasus tersebut. Kami mohon agar majelis hakim menuangkannya nanti ke dalam surat putusan,” tutur Romli.

Untuk diketahui, persidangan untuk Hermansyah Hamidi dan Syahroni ini beranjak dari perkara korupsi eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

KPK membuka penyidikan baru atau pengembangan dari kasus Zainudin Hasan.

“Pada sidang kemarin, Pematank menyimak bahwa BB itu tidak diuraikan. Setidak-tidaknya itu dituangkan dalam putusan supaya menjadi pengingat bahwa di perkara itu terdapat inisial seperti itu, dan diikuti peneraan nominal uang,” harapnya.

  • Bagikan