Menu
Precision, Actual & Factual

Eksekusi Lahan Way Hui, Dedy Hermawan: Udah Gak Jaman Pemerintah Arogan

  • Bagikan
"Sah saja melakukan pinjaman, asalkan peruntukkannya untuk infrastruktur yang memberi dampak langsung peningkatan ekonomi masyarakat," kata dia, Kamis 17 Juni 2021. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan bisa memberi perhatian terhadap warga korban eksekusi lahan di Desa Way Hui, Jatiagung Lampung Selatan, Senin (19/04).

“Warga yang tergusur mesti diberi perhatian. Jangan udah gusur, terus pemerintah tidak peduli, itu arogan namanya. Ini bukan jamannya lagi pemerintah arogan. Apalagi arogan terhadap warganya sendiri, jadi kurang elok,” kata Akdemisi Kebijakan Publik Unila Dedy Hermawan, Sabtu (24/04).

“Pemprov kan memiliki aset dimana – mana, tentu bisa dijadikan tempat tinggal sementara. Jadi jangan merasa terpisah, bahwa ini satu badan antara pemerintah dan masyarakat, jadi harus ada empati. Mereka (masyarakat) yang terluka harusnya pemerintah berduka juga,” sindir Dedy.

Persoalan ini, kata dia, mesti menjadi pelajaran kedepan agar pemerintah bisa menahan diri dan membangun empati serta kebijakan humanis.

Karena persoalan ini bisa menjadi bola salju dengan rasa kecewa yang akan terwariskan dari generasi ke generasi sehingga bisa membangun image negatif terhadap pemerintah khususnya Kepala Daerah.

“Warga lain yang juga teraniaya akan berkomunikasi dan berinteraksi sehingga bisa membangun image negatif ke pemerintah, khususnya Kepala Daerah,” ungkap Dedy Hermawan.

Pemerintah, kata dia, mestinya bisa lebih bijaksana dalam menyelesaikan persoalan ini. “Bijaksanalah bahwa sekarang situasi Pandemi yang membuat ekonomi nge-drop. Ada empatilah dari Pemprov terhadap masyarakat, jangan ada gusur menggusur, apalagi ditengah bulan suci Ramadhan,” jelasnya.

“Harusnya bisa lebih menahan diri mengingat statusnya sedang dipersengketakan dipengadilan. Jangan menampilkan cara cara kekerasan dalam penggusuran, itu akan menambah melukai masyarakat,” ucap dia.

“Sebagai pemerintah, harusnya bisa mengayomi dan membangun empati dengan pendekatan, tahan dulu lah sebenarnya. Tetapi karena peristiwa ini sudah terjadi, maka pemerintah harus memikirkan warganya. Setelah digusur gimana nasib mereka, tinggalnya gimana, kondisi ekonominya gimana. itu kan mesti dipikirkan,” pungkas Dedy Hermawan.

 

Arif Wiryatama

  • Bagikan