Hukum  

Eks Rektor Unila Sudah Terus Konsumsi Obat Karena Kurang Sehat

Eks Rektor Unila Sudah Terus Konsumsi Obat
Eks Rektor Unila, Profesor Karomani. Foto: Dokumentasi Unila.

KIRKA – Profesor Karomani selaku eks Rektor Unila sudah terus konsumsi obat karena kondisi yang kurang sehat.

Kondisi kesehatan Profesor Karomani itu disampaikan Sukarmin dan Ahmad Handoko selaku kuasa hukumnya dalam Surat Duplik yang dibacakan pada 9 Mei 2023.

Berdasar pada Surat Duplik yang diperoleh KIRKA.CO dan dilihat pada 18 Mei 2023, ada 7 poin penyampaian dari kuasa hukum Profesor Karomani menjelang surat vonis terhadap kliennya dibacakan.

Adapun pembacaan Surat Vonis terhadap Profesor Karomani diketahui telah dijadwalkan pada 25 Mei 2023 mendatang di PN Tipikor Tanjungkarang.

Dari 7 poin penyampaian itu, selain mengulas tentang eks Rektor Unila sudah konsumsi obat, dibahas juga soal ketiadaan niat Profesor Karomani memperkaya diri dari penerimaan uang atas penitipan calon mahasiswa baru di Unila sejak tahun 2020 sampai 2022.

Berikut poin-poin yang disampaikan pengacara Profesor Karomani dalam Surat Duplik menjelang agenda pembacaan Surat Vonis dilangsungkan:

“Bahwa sebagaimana telah kami uraikan tersebut di atas, baik dalam pledoi maupun dalam duplik ini, kami tim penasehat hukum Terdakwa memohon dengan sangat kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan menyidangkan perkara ini agar dalam menentukan hukuman pidana yang harus dijalani oleh Terdakwa dapat mempertimbangkan beberapa aspek yang terungkap dalam persidangan, yaitu:

1. Terdakwa tidak memperkaya diri sendiri.

2. Terdakwa bermaksud mulia dengan mendirikan gedung untuk kegiatan social yang dapat digunakan untuk umat.

Baca juga: Profesor Karomani: Meski Saya Mungkin Dianggap Korupsi, Tapi Saya Layaknya Robin Hood

3. Terdakwa berjasa bagi kemajuan Universitas Lampung.

4. Terdakwa korban sistem yang longgar dan buruk terkait Penerimaan Mahasiswa Baru karena diberikan kewenangan yang luar biasa bebasnya dalam mementukan kelulusan mahasiswa baru.

5. Perbuatan titip menitip mahasiswa baru terjadi di seluruh Indonesia bahkan seorang Dirjen Dikti satu tingkat di bawah Menteri dan pemegang kewenangan penuh dunia Pendidikan di Indonesia pun ikut menitipkan calon mahasiwa baru.

6. Terdakwa tulang punggung keluarga.

7. Terdakwa saat ini dalam konsidi kurang sehat dengan terus mengonsumsi obat-obatan.

Berdasar pengamatan KIRKA.CO, salah seorang pengacara Profesor Karomani pernah membahas tentang obat yang harus dikonsumsi eks Rektor Unila itu.

Obat yang belum diketahui jenisnya itu disebut-sebut tertinggal dan harus dijemput untuk segera dikonsumsi Profesor Karomani.

Dikonfirmasi ihwal adanya obat yang dikonsumsi Profesor Karomani, Kepala Rutan Kelas IA Bandar Lampung, Iwan Setiawan belum memberikan tanggapan.

Salah seorang petugas KPK menyebut belum mengetahui adanya obat yang harus dikonsumsi belakangan ini oleh Profesor Karomani.

Baca juga: Karomani Beber 7 Poin Prestasinya di Surat Pledoi, Singgung Soal Tender Proyek Unila

Profesor Karomani diketahui dituntut Jaksa KPK untuk dipidana penjara selama 12 tahun hingga diharuskan membayar Uang Pengganti senilai Rp 10 miliar 235 juta dan 10 ribu dollar Singapura.

Tuntutan itu disampaikan Jaksa KPK karena perbuatan Profesor Karomani menerima Suap dan Gratifikasi dari orang tua penitip calon mahasiswa baru Unila terpenuhi dan terbukti.