Eks Rektor Kena OTT KPK, Tender Proyek FKIP UNILA Dianggap Masih Rawan Korupsi

Eks Rektor Kena OTT KPK, Tender Proyek FKIP UNILA Dianggap Masih Rawan Korupsi
Ketua DPP Pematank, Suadi Romli. Foto: Istimewa

KIRKA – Meski pernah adanya peristiwa Eks Rektor Karomani yang kena OTT KPK, namun sampai sekarang banyak pihak menilai perubahan signifikan belum ada di kampus tersebut. Dimana disebut juga dari pelaksanaan tender proyek FKIP UNILA baru-baru ini, dianggap masih rawan korupsi.

Baca Juga: Proyek UNILA Disoal di Kejati Lampung

Beberapa hari ini, ramai di pemberitaan berbagai media online, soal pendapat banyak pihak terkait pelaksanaan tender proyek rehabilitasi gedung FKIP Universitas Lampung, yang diduga sarat dengan masalah.

Narasi itu salah satunya diorasikan oleh beberapa orang yang tergabung di dalam Ikatan Alumni Fakultas Teknik UNILA, dalam aksi unjuk rasa yang dilaksanakan pada Rabu, 6 September 2023 kemarin, di Kejaksaan Tinggi Lampung.

Dimana pada demonstrasinya itu, massa tak hanya menyebut adanya masalah dalam pelaksanaan tender. Namun lebih dalam, para pengunjuk rasa menyinggung adanya kecurigaan mereka soal masih adanya dugaan praktik-praktik KKN di Lingkup UNILA.

Yang salah satu indikasinya terdapat dalam pelaksanaan lelang rehabilitasi gedung Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UNILA, dengan tuduhan adanya pengaturan pemenang Perusahaan di lelang itu.

Massa aksi dalam orasinya tersebut, menyinggung adanya ketidak jelasan dokumen Perusahaan pemenang lelang. Mereka berucap bahwa alamat yang ada di dokumen Perusahaan dimaksud, tidaklah sesuai dengan faktanya.

Hal itu menjadi pertanyaan bagi pengunjuk rasa, terlebih dengan adanya peristiwa pembatalan tiba-tiba dari UNILA terkait lelang tersebut. Yang kemudian menjadi kecurigaan lanjut tentang adanya sesuatu yang tak beres.

Dan dari apa yang telah dipaparkan oleh Ikatan Alumni FT UNILA itu, Suadi Romli, selaku Ketua Umum DPP Pematank sebagai sebuah Lembaga Swadaya anti korupsi di Bumi Ruwa Jurai menyampaikan, harus ada evaluasi segera dari Pimpinan kampus.

Dengan harapan, kejadian serupa tidak akan terjadi lagi. Dan Universitas Lampung dapat segera dipulihkan nama baiknya, pasca musibah tertangkap tangan para Pejabat Tingginya di 2022 lalu.

“Kita berharap terhadap persoalan tersebut, segera diambil langkah oleh Rektor UNILA. Seperti melakukan evaluasi terhadap jajarannya, terhadap Pokja. Jangan sampai kembali terulang hal-hal seperti ini. Kita sama-sama tahu UNILA, baru usai menjadi sorotan masyarakat lantaran adanya persoalan OTT. Ini kembali adanya polemik terkait pembatalan proyek, kan tidak elok selalu jadi sorotan publik,” imbuhnya, Kamis 7 September 2023.