Menu
Precision, Actual & Factual

Dugaan OTT di Polresta Bandar Lampung, IPW Singgung Pencopotan Jabatan

  • Bagikan
Neta S Pane Ketua Presidium IPW. Foto Istimewa

KIRKA.COIndonesia Police Watch (IPW) berkomentar atas peristiwa dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Divisi Propam Mabes Polri di Polresta Bandar Lampung.

Lokasi tempat kejadiannya diduga berkenaan dengan Satlantas Polresta Bandar Lampung.

Adapun dugaan awal yang membuat peristiwa itu terjadi adalah karena proses pembuatan kartu SIM.

3 oknum polisi serta seorang sipil turut diamankan. Peristiwa ini sekilas telah diakui kebenarannya oleh Mabes Polri.

Menanggapi hal ini, IPW menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap peristiwa yang dilaksanakan Divisi Propam Mabes Polri.

“Hanya saja tindakannya harus tegas sehingga bisa membuat efek jera,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane saat dihubungi KIRKA.CO, Senin, 31 Mei 2021.

IPW berharap Polri di era kepemimpinan Kapolri Jendral Listiyo Sigit Prabowo ini, harus lebih gencar melakukan hal serupa.

“Diharapkan Propam rajin turun ke daerah, selain menjalankan fungsi pengawasan, aksi OTT itu juga bisa menjadi pembinaan,” terangnya.

Neta S Pane mengatakan, bukan hal baru kemudian bila dampak dari peristiwa dugaan OTT seperti ini, dapat menyebabkan adanya pejabat kepolisian yang dicopot.

“OTT yang dilakukan Propam Mabes Polri kepada personil Lantas di Bandar Lampung bukanlah hal baru.

Propam Mabes Polri sudah beberapa kali melakukan OTT ke berbagai daerah.

Sekitar lima tahun lalu Propam Mabes Polri pernah melakukan OTT di Ditlantas Polda Metro Jaya dan Polda Jatim.

Di Polda Metro Jaya, ada 17 pejabatnya yang dicopot dan ditugaskan ke pedalaman Papua.

Bahkan Dirlantas (Direktur Lalu Lintas_red) dan Wadir-nya (Wakil Direktur Lalu Lintas_red) saat itu dicopot dari jabatannya,” papar Neta S Pane.

Kendati demikian, IPW melihat ada informasi yang belum jelas diterima publik dari peristiwa tersebut.

“Belum diketahui barang bukti yang diamankan pada saat terjadi penangkapan,” ungkap dia.

Diketahui, mereka yang diduga diamankan berjumlah 4 orang dengan inisial: AKP RYN, Brigadir AY, Brigadir FY serta HR.

  • Bagikan