Menu
Precision, Actual & Factual

Dua Mantan Direktur BUMD Lampung Barat Divonis Penjara Lebih Ringan Dari Tuntutan

  • Bagikan
Suasana Persidangan Perkara Korupsi Dana APBD Kab. Lampung Barat Yang Dianggarkan Untuk Pembangunan SPBU Sekincau Atas Nama Terdakwa Galih Priadi dan Deria Sentosa, Dengan Agenda Putusan Hakim PN Tipikor Tanjungkarang (28/05). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Dua mantan Direktur BUMD Kabupaten Lampung Barat PD. Pesagi Mandiri Perkasa, yang didakwa melakukan Korupsi terhadap anggaran pembangunan fisik SPBU Sekincau divonis penjara jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa sebelumnya, atas putusan tersebut keduanya menyatakan pikir-pikir.

Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang menggelar persidangan lanjutan perkara korupsi atas nama dua Terdakwa yakni Deria Sentosa dan Galih Priadi, dengan agenda pembacaan putusan dari Majelis Hakim yang diketuai oleh Siti Insirah, yang digelar di ruang Bagir Manan pada Jumat sore 28 Mei 2021.

Di gelaran sidang lanjutannya kali ini Hakim memberikan vonis penjara kepada terdakwa Galih Priadi selama dua tahun dan delapan bulan, dan memberikan hukuman pidana denda sebesar Rp100 juta dengan subsidair denda yakni penjara selama tiga bulan.

Galih priadi pun diwajibkan untuk membayar sejumlah Uang Pengganti Kerugian Negara yang terbukti dinikmati olehnya sebanyak Rp630 juta, dengan ketentuan apabila tak sanggup membayarkan maka akan diganti dengan pidana kurungan badan selama 18 bulan.

Sedang terhadap Terdakwa Deria Sentosa, Hakim memberikan putusan hukuman pidana penjara selama empat tahun, dan mengenakan hukuman pidana denda sebesar Rp200 juta rupiah dengan subsidair denda yakni hukuman penjara selama tiga bulan.

Ia pun diwajibkan untuk membayar pidana Uang Pengganti Kerugian Negara yang terbukti dinikmati olehnya sebanyak Rp2 miliar, dengan ketentuan apabila dirinya tak sanggup untuk membayarkan maka akan diganti dengan pidana kurungan penjara selama dua tahun.

Menanggapi vonis Hakim kali ini, baik pihak Terdakwa maupun Jaksa Penuntut sama-sama menyatakan sikap pikir-pikir untuk tujuh hari kedepan, sebelum melayangkan banding ke Pengadilan Tinggi Tanjungkarang.

“Vonis hakim yang dibacakan tadi kami rasa masih memberatkan klien kami, terutama pada besaran uang pengganti sebab pemanfaatan anggaran SPBU yang gagal didirikan tersebut adalah hasil kesepakatan bersama antara Direksi dan Badan Pengawas, tidak adil rasanya jika Kerugian Negara dibebankan besar ke klien kami, jadi kami masih pikir-pikir,” ungkap Irwan Aprianto selaku Kuasa Hukum Deria Sentosa.

Diketahui vonis penjara tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang dibacakan pada sidang sebelumnya, yang menuntut terdakwa Galih Priadi untuk menjalani hukuman pidana penjara selama empat tahun, dan hukuman penjara selama enam tahun kepada Terdakwa Deria Sentosa.

Dalam dakwaan perbuatannya, Galih Priadi selaku Direktur Utama dan Deria Sentosa selaku Direktur Operasional dan Produksi PD. Pesagi Mandiri Perkasa, telah bekerjasama melakukan korupsi terhadap dana APBD Kabupaten Lampung Barat tahun anggaran 2016.

Yang dialokasikan untuk kegiatan pembangunan SPBU di wilayah eks pasar sekincau, yang juga diketahui lokasi tersebut merupakan lahan sengketa antara masyarakat versus Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, dan pada akhirnya dimenangkan oleh Warga di tahun 2018 lalu.

Dari pengaruh sengketa lahan tersebut, maka SPBU tidak akan mungkin bisa didirikan, dan hal itu menjadi alasan kedua terdakwa memanfaatkan anggaran pembangunan SPBU untuk menjalankan bisnis lainnya sehingga pada akhirnya menimbulkan kerugian sebanyak Rp3 miliar lebih.

  • Bagikan