Hukum  

Dalam Surat Vonis 2 Rekannya, Eks Rektor Unila Profesor Karomani Disebut Mengakomodir Titipan Mahasiswa Khusus Kedokteran

Mahasiswa Khusus Kedokteran
Eks Rektor Unila, Profesor Karomani menjelang sidang pembacaan surat vonis di PN Tipikor Tanjungkarang pada 25 Mei 2023. Foto: Arsip KIRKA.CO.

KIRKA – Eks Rektor Unila, Profesor Karomani disebut mengakomodir titipan mahasiswa khusus kedokteran dalam pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Unila.

Hal ini tertuang dalam salah satu Pertimbangan Majelis Hakim yang dimuat di Surat Vonis untuk eks Warek I Unila, Profesor Heryandi dan eks Ketua Senat Unila Muhammad Basri.

”Menimbang, bahwa saksi Karomani mengakomodir titipan calon mahasiswa baru khususnya kedokteran, sedangkan Terdakwa I Heryandi mengakomodir titipan fakultas non kedokteran,” demikian bunyi Pertimbangan yang dibacakan Achmad Rifai selaku Ketua Majelis Hakim dan Efiyanto D serta Edi Purbanus di PN Tipikor Tanjungkarang pada 25 Mei 2023.

Pertimbangan di atas ini diketahui memang telah menjadi bagian dari fakta persidangan yang terungkap selama perkara Suap dan Gratifikasi dalam pelaksanaan PMB di Unila tersebut digelar di PN Tipikor Tanjungkarang.

Dalam fakta persidangan, terungkap Profesor Karomani, Profesor Heryandi dan Muhammad Basri kemudian divonis dengan masing-masing pidana penjara selama 4,6 tahun.

Serta dikenai wajib membayar Uang Pengganti: Heryandi senilai Rp300 juta dan Muhammad Basri senilai Rp 150 juta.

Keduanya divonis telah terbukti menerima uang dengan kategori Suap dalam pelaksanaan PMB di Unila bersama-sama dengan Profesor Karomani dan Dekan Fakultas Teknik Unila, Helmy Fitriawan.

Baca juga: 25 Identitas Pemberi Uang Kategori Suap yang Beririsan dengan Penitipan Mahasiswa Baru di Surat Vonis 2 Rekan Eks Rektor Unila

Perbuatan Profesor Heryandi dan Muhammad Basri bersama Profesor Karomani dan Helmy Fitriawan (yang masih berstatus Saksi) dinilai terbukti sebagaimana diatur dalam Pasal 12b UU Tipikor.

Di sisi lain, Profesor Karomani dinyatakan terbukti bersalah menerima Suap dan Gratifikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 12b dan Pasal 12B dalam kapasitasnya sebagai Rektor Unila maupun yang berkaitan dengan PMB di Unila.

Profesor Karomani dijatuhi vonis pidana penjara selama 10 tahun berikut dengan kewajiban membayar Uang Pengganti senilai Rp 8.075.000.000 dan 10 ribu dollar Singapura.

Vonis terhadap Profesor Karomani ini diketahui lebih rendah dari Tuntutan Jaksa KPK.

Dalam Tuntutannya, Jaksa KPK menuntut Profesor Karomani dengan pidana penjara selama 12 tahun berikut dengan kewajiban membayar Uang Pengganti senilai Rp 10.235.000.000 dan 10 ribu dollar Singapura.

Majelis Hakim diketahui memberikan ‘diskon’ kewajiban membayar Uang Pengganti.

‘Diskon’ dalam Uang Pengganti ini yang kemudian akan didiskusikan Jaksa KPK dalam rentang waktu 7 hari pada masa Pikir-pikir yang dipilih pasca Vonis terhadap Profesor Karomani dibacakan.

”Untuk Uang Pengganti, itu perlu diskusi. Karena selisihnya lumayan, Rp2 miliaran. Paling tidak, kita harus mempelajari Salinan Putusannya,” ujar Jaksa KPK, Dian Hamisena kepada KIRKA.CO di PN Tipikor Tanjungkarang pada 25 Mei 2023 kemarin.

Baca juga: Dalam Surat Vonis, Hakim Putuskan Uang Rp330 Juta yang Diterima Dekan Fakultas Teknik Unila Helmy Fitriawan Adalah Suap