Menu
Precision, Actual & Factual

Covid Varian Delta Lebih Menular

  • Bagikan
Kirka.co
Covid 19 Varian Delta. Foto Istimewa

KIRKA – Varian baru Covid-19 bernama Delta lebih menular jika dibandingkan dengan varian asal. Varian Delta pertama kali ditemukan di India dan kini telah menjadi salah satu jenis yang paling mengkhawatirkan.

Penelitian menunjukkan, varian itu menular lebih cepat 40-60% daripada varian Alpha yang ditemukan di Inggris. Varian Delta memicu banyak gelombang pandemi baru di seluruh dunia.

Setidaknya varian Delta ini telah menyebar di 98 negara. Sejumlah data menunjukkan bahwa virus corona varian ini lebih mudah menginfeksi orang tertentu.

Berikut adalah ciri-ciri orang yang rentan mengutip data Public Health England (PHE):

  • Orang yang berusia lebih muda
  • Orang yang belum atau tidak divaksin
  • Orang yang baru divaksin sebagian atau dosis vaksin belum lengkap
  • Studi ini juga menemukan orang tua yang berusia di atas 50 tahun paling berisiko meninggal dunia dari infeksi virus corona varian Delta.

Data ini diperoleh setelah melakukan analisa kepada 92.029 kasus di bulan Februari hingga pertengahan Juni lalu. Sekitar 83 ribu kasus terjadi pada orang berusia di bawa 50 tahun. Mayoritas atau sekitar 53 ribu orang belum divaksin.

Sementara bagi kelompok yang tidak divaksinasi, sebagian besar atau 52 ribu kasus terjadi pada usia di bawah 50 tahun. Hanya 976 kasus terjadi pada usia di atas 50 tahun. Namun, kematian tertinggi yakni 117 terjadi pada kelompok usia di atas 50 tahun.

“Studi baru-baru ini dari Inggris menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa di bawah 50 tahun 2,5 kali lebih mungkin terinfeksi Delta,” kata dokter spesialis anak Yale Medicine Inci Yildirim, dikutip dari situs Yale Medicine.

Varian Delta memiliki mutasi pada lonjakan protein sehingga membuatnya lebih mudah menginfeksi sel manusia. Mutasi virus ini juga membuat gejala yang muncul berbeda dibandingkan varian lain.

Di Inggris berdasarkan ZOE COVID Symptom Study pasien varian Delta mengalami gejala umum sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, demam, dan batuk. Sedangkan kehilangan penciuman dan sesak napas lebih sedikit dirasakan.

  • Bagikan