Menu
Precision, Actual & Factual

Coba-coba Ancam Tugas Pers Publikasikan Persidangan Tipikor di Lampung? MAKI: Lawan! Itu Jelas Pidana

  • Bagikan
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyampaikan pandangannya apabila melihat adanya upaya atau indikasi pengancaman yang dialamatkan kepada jurnalis, terlebih lagi yang berkenaan dengan publikasi dari jurnalis atas materi persidangan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangani KPK dan berlangsung di PN Tipikor Tanjungkarang.

“Jika memang ada pihak-pihak yang menghalangi tugas-tugas jurnalistik, jelas itu bisa dilaporkan secara pidana berdasarkan UU Pers dan juga UU Keterbukaan Informasi Publik,” imbuh Boyamin saat dihubungi KIRKA.CO, Jumat sore, 2 April 2021.

Lewat pesan suara yang disampaikan Boyamin melalui aplikasi Whats App, ia berharap agar para pihak tersebut lebih memiliki pengetahuan lebih terkait apa yang harus dilakukan bila hal itu berkenaan dengan produk jurnalistik.

Boyamin memperingatkan kepada pihak-pihak yang terindikasi melakukan pengancaman terhadap insan pers agar berhenti melakukan hal demikian.

“Dan Saya minta kepada pihak-pihak tersebut, untuk berhenti melakukan intimidasi. Justru dengan melakukan intimidasi akan memperkeruh suasana. Dan akan menjadikan jalur hukum menjadi jalur di luar hukum. Dan ini sangat merugikan kita semua. Karena kita sudah percaya negara hukum. Kalau memang ada yang terusik dengan pemberitaan, ya silahkan mengadu ke Dewan Pers atau (sampaikan) hak jawab. Itu salurannya,” tegas dia.

Boyamin sejak awal telah mengatakan dirinya telah memusatkan perhatiannya terhadap proses-proses persidangan perkara Tipikor yang ditangani KPK di Lampung.

Selama melakukan pemantauan terhadap proses atau materi sidang yang tersampaikan kepada publik luas lewat produk jurnalistik, Boyamin melihat semua publikasi tersebut masih berdasarkan fakta persidangan.

Sebab, kata Boyamin, publikasi pers yang berkait dengan materi persidangan agaknya mustahil mampu menciptakan produk jurnalistik yang bernada opini. Hal itu dilatarbelakangi atas adanya proses tanya jawab atau konfirmasi ke seluruh pihak yang berada di tengah persidangan.

“Jadi, pada posisi ini saya yakin teman-teman jurnalis, termasuk di KIRKA dan lain-lain juga. Dari saya sering membaca berita-berita yang ditampilkan KIRKA masih berimbang dan berdasarkan fakta yang ada. Tidak ada opini yang menyesatkan atau opini yang berbeda misalnya begitu. Karena ini yang diberitakan adalah fakta dan juga jauh dari opini-opini.

Dan itu proses persidangan mana ada yang jadi opini-opini. Kan ada yang tersaji di persidangan itu pasti ada pihak Terdakwa, pihak Saksi, pihak Lawyer, pihak Jaksa, pihak Hakim. Dan Saya melihat, KIRKA dan lain-lain sudah berusaha berimbang. Sudah menjadikan berita yang cukup produktif dengan berusaha melakukan konfirmasi-konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut juga. Dan ini saya sudah yakin sudah memenuhi standar jurnalistik,” ujar Boyamin.

Boyamin menyatakan, ancaman pidana juga dapat disematkan kepada mereka yang punya niat untuk mencoba melakukan permintaan untuk pencabutan produk jurnalistik.

“Kalau pihak-pihak itu nantinya berusaha kemudian mempengaruhi berita atau bahkan berusaha melakukan ancaman untuk mencabut berita, juga sekali lagi tetap akan kena UU Pers dan itu ada tindak pidananya dan juga kena di UU Keterbukaan Informasi Publik. Lawan!,” tegasnya.

Diketahui, KPK belakangan ini sedang melakukan proses uji berkas perkara Tipikor hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di hadapan majelis hakim PN Tipikor Tanjungkarang. Berkas perkara tersebut berkenaan dengan fee proyek pada Dinas PU-PR Lampung Selatan dan juga berkait dengan suap dan gratifikasi eks Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Materi perkara yang tersaji di ruang sidang pun nyaris tidak lepas dari keterlibatan atau penyebutan sejumlah pihak yang memiliki jabatan sebagai pejabat negara, penyelenggara negara, aparat penegak hukum, kontraktor, hingga menyasar kepada oknum pers dan lain-lain.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan