Menu
Precision, Actual & Factual

Catat : Dana BOK Rawan Diselewengkan Oknum Pejabat

  • Bagikan
Ilustrasi Net

Kirka.coBandar Lampung – Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan rawan dengan penyelewengan. Banyak contoh kasus di Lampung yang telah menetapkan beberapa Pejabat menjadi tersangka.

Berdasarkan catatan Kirka.co , beberapa eks Kepala Dinas Kesehatan di Lampung terjerat di kasus penyelewengan dana tersebut. Di tahun 2017 ada nama mantan Kadiskes Lampung Timur Evi Darwati yang terjaring Operasi Tangkap Tangan oleh Polda Lampung, Evi bersama dengan staf Seksi Pelayanan Jaminan Kesehatan/Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Pembiayaan Kesehatan Dinkes setempat Reny Andriyani Putri alias Rere telah menerima hukuman atas kasus tersebut, Evi divonis 22 bulan penjara, sementara Rere divonis 18 bulan penjara.

Selanjutnya, di Tahun 2019 tepatnya di bulan Juni. Polres Lampung Barat menyeret eks Kadiskes Pesisir Barat Bambang Purwanto menjadi tersangka atas kasus korupsi BOK tahun anggaran 2017.

Kemudian terbaru di Lampung Utara, ada nama Maya Metissa yang telah menjadi tersangka atas penyelewengan dana BOK tahun anggaran 2017-2018.

Baru-baru ini, Polresta Bandar Lampung turut “melirik” dugaan penyelewengan anggaran Milyaran Rupiah yang ditujukan untuk 31 Puskesmas di Kota Bandar Lampung. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana dugaan penyelewengan dana ini tengah diselidiki dan telah memanggil Dinas Kota Bandar Lampung untuk “klarifikasi”.

Menurut Edwin Rusli selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Dana tersebut bukanlah diselewengkan melainkan hanya terlambat disalurkan. “Dana bantuan dari pusat disalurkan lewat BPKAD, kemudian baru disalurkan ke masing-masing Puskesmas namun telah terpakai untuk kebutuhan yang lain”, katanya.

Edwin juga menuturkan Dana tersebut terlambat disalurkan sejak bulan Mei. “Besaran dana tersebut sekitar 8 Milyar Rupiah, uang itu digunakan untuk keperluan lain seperti kegiatan kader-kader untuk ongkos-ongkos serta makan dan minum,”ungkap Edwin.

Dikatakannya juga, dana tersebut tidak masalah untuk digunakan asal digantikan,”Kata Kapolres dan Kejari ya gak apa-apa dipakai, asal diganti aja”,paparnya.

Diketahui, Pemkot Bandarlampung mendapat kucuran dana BOK dari pemerintah pusat sebesar Rp16.305.000.000 pada tahun 2019 dan Rp15.768.067.000 pada tahun 2020. Catatan ini sangat jauh berbeda dengan ungkapan oleh Edwin yang mengatakan dana tersebut hanya sebesar 8 Milyar Rupiah.

Setiawan/TS

  • Bagikan