Menu
Precision, Actual & Factual

Buset, Kejagung Sita Rp230M Lebih Aset Tersangka BTS Terkait Tipikor PT. ASABRI

  • Bagikan
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. Dok Puspenkum

KIRKA.COJakarta – Sabtu sore, (06/03) Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer membagi informasi kepada Redaksi Kirka.co melalui pesan singkat WhatsApp. Informasi terkait kegiatan penyitaan aset Tersangka BTS yang diduga melakukan TPK pada kasus PT. Asabri.

“Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun,” ujarnya.

“Kali ini penyitaan aset milik Tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni asset-aset milik dan atau yang terkait Tersangka BTS berupa 18 (delapan belas) unit kamar di Apartemen South Hills sebagai tindak lanjut dari proses penggeledahan di Apartemen Soulth Hills beberapa waktu lalu,” ulas Leonard.

“Penyitaan unit kamar di Apartemen Soulth Hills tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang pada pokoknya memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap bangunan / unit di Apartemen Soulth Hills,” tegas Kapuspenkum Kejagung.

Sebagaimana telah dirilis ke publik sebelumnya, telah disita beberapa asset tanah persil milik dan atau yang terkait dengan Tersangka BTS yaitu 155 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan akta jual beli), dengan luas total 343.461 meter persegi, ditaksir senilai Rp230 miliar, 566 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan Surat Pelepasan / Pengakuan  Hak (SPH) dengan luas seluruhnya 1.929.502 meter persegi, 131 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (sesuai Sertifikat HGB) atas nama PT. Harvest Time dengan luas total 1.838.639 meter persegi, dan Dua bidang Tanah yang terletak di Kota Batam (sesuai Sertifikat HGB) atas nama PT. Mulia Manunggal Karsa luas total 200.000 meter persegi.

“Terhadap asset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

“Tim Khusus Pelacak Aset akan terus bekerja siang dan malam guna melacak keberadaan aset-aset milik dan atau yang terkait dengan para Tersangka baik yang ada didalam negeri maupun luar negeri dengan bekerja sama dengan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri dan Pusat Pemulihan Aset (PPA), guna mengembalikan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut,” pungkasnya.

Eka Putra

  • Bagikan