Menu
Precision, Actual & Factual

Buronan Korupsi Pembangunan Ruang Kelas SMAN 6 Metro Menyerahkan Diri

  • Bagikan
Kolase Foto DPO Terpidana Perkara Korupsi Pembangunan Ruang Kelas SMAN 6 Metro Tahun Anggaran 2013. Foto Dok. Kejari Metro

KIRKA.CO – Seorang buronan Kejaksaan perkara Korupsi dalam proyek pembangunan ruang kelas SMA Negeri 6 Metro tahun anggaran 2013 atas nama Abdul Mukti, menyerahkan diri setelah sempat kabur selama 5 tahun.

Setelah sempat bersembunyi di Jakarta sejak ditetapkan sebagai DPO di 2016 lalu, Abdul Mukti akhirnya menyerah dan dilakukan eksekusi penahanan oleh Kejari Metro pada rabu siang (19/05), sekira pukul 12.30 WIB.

Buronan ini sebenarnya telah divonis dalam gelaran persidangan tanpa dihadiri dirinya selaku terdakwa di 2017 lalu, dengan putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim PN Tipikor Tanjungkarang hukuman pidana penjara selama 3 tahun.

Diketahui dalam perkaranya, Abdul Mukti sendiri merupakan seorang pelaksana pekerjaan proyek pembangunan ruang kelas di SMAN 6 Metro dengan nilai angaran sebesar total Rp2.520.000.000 (Dua Milyar Lima Ratus Dua Puluh Juta Rupiah).

Pada kenyataannya ia meminjam perusahaan bernama PT. Usaha Titian Jejama milik seorang bernama Baroni yang turut dijadikan terdakwa di perkara ini, yang didapati hasil pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang tertera di dalam kontrak.

Akibat ulahnya tersebut, sesuai dengan hasil perhitungan BPKP Perwakilan Provinsi Lampung didapati kerugian negara sebanyak Rp54.144.066,35 (Lima Puluh Empat juta Seratus Empat Puluh Empat Ribu Enam Puluh Enam Rupiah Koma Tiga Puluh Lima Sen), yang seluruhnya telah dikembalikan oleh Baroni.

  • Bagikan