Menu
Precision, Actual & Factual

Berkas Kasus Pengacara Kondang Asal Bandar Lampung Dinyatakan P21

  • Bagikan
DS saat menandatangani berkas pelimpahan Tahap II oleh Kejari Bandar Lampung. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menerima pelimpahan tahap II (dua) berkas kasus dua tersangka dugaan pelanggaran pasal 192 KUHP, keduanya harus berurusan dengan hukum dan akan segera dimeja hijaukan lantaran perbuatannya terkait tumpukan bongkahan batu di Eks Terminal Kemiling yang dianggap telah mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dua tersangka yang dilimpahkan ini diantaranya berinisial DS yang diketahui merupakan seorang Advokat ternama di Bandar Lampung, serta seorang lagi berinisial SB yang sebelumnya merupakan klien dari pengacara DS dalam kasus sengketa tanah eks Terminal Kemiling.

Keduanya secara resmi dilimpahkan ke Kejari Bandar Lampung pada Rabu (10/03), dengan Sangkaan perbuatannya telah secara bersama – sama dengan sengaja menghancurkan, membikin tak dapat dipakai atau merusak bangunan untuk lalu lintas umum, atau merintangi jalan umum darat atau air, atau menggagalkan usaha untuk pengamanan bangunan atau jalan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 192 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Dari penuturan pihak Kejari Bandar Lampung yang disampaikan melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Erik Yudistira, kedua Tersangka sementara akan dititipkan selama 20 (dua puluh) hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Bandar Lampung dengan status Tahanan Kejari Balam, dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang agar dapat segera disidangkan.

“Benar pada hari ini Rabu (10/03), Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menerima pelimpahan tahap dua Tersangka DS dan SB, dengan sangkaan pelanggaran Pasal 192 KUHP juncto Pasal 55 KUHP, dan untuk dua puluh hari kedepan kedua Tersangka akan dititipkan ke Rutan Way Huwi Bandar Lampung, dan secepatnya akan dilimpahkan ke PN Tanjungkarang,” ujar Erik.

DS tandatangani berkas pelimpahan tahap II di Kejari Bandar Lampung. Foto Istimewa

Diketahui permasalahan yang menjerat keduanya berawal pada Jum’at (22/01) lalu, sekira pukul 12.30 Wib siang di lokasi jalan masuk eks Terminal Kemiling Bandar Lampung, yang ketika itu lantaran lahan tersebut diklaim telah dimenangkan oleh keduanya sesuai dengan putusan PN Tanjungkarang, maka jalan di lokasi itu pun ditutup dengan tumpukkan 2 (dua) dump truck batu – batu besar, yang pada akhirnya perbuatan keduanya itu dianggap mengganggu dan dikhawatirkan akan membahayakan para pengguna jalan.

Eka Putra

  • Bagikan