Menu
Precision, Actual & Factual

Bendungan Way Napal Tidak Ada Tipikor. BPBD Tanggamus & PT. Aya Pujian Pratama ‘Diselamatkan’ Kahar

  • Bagikan
Kasie Penerangan & Hukum Kejati Lampung Andre W Setiawan. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyatakan tidak ada perbuatan pidana dalam pekerjaan proyek rehabilitasi tanggul Way Napal Kabupaten Tanggamus tahun Anggaran 2020, kerusakan yang ditemukan pada beberapa fisik bangunan dikarenakan adanya bencana alam yang tidak bisa dihindari, namun seluruhnya kini telah dinyatakan selesai.

Kejati Lampung Melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum), Andrie W. Setiawan (28/04), menjelaskan bahwa pihak Kejati Lampung telah menindaklanjuti laporan terkait Tanggul Way Napal yang diadukan oleh Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (PEMATANK), pihaknya juga telah meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait dalam proyek rehabilitasi tersebut, dan dinyatakan tidak ditemukan adanya tindak pidana.

“Laporan terkait proyek rehabilitasi tanggul Way Napal Kabupaten Tanggamus yang diadukan oleh Pematank, telah kami tindaklanjuti dan telah meminta klarifikasi pihak-pihak terkait proyek tersebut” ujar Andrie.

“Tim kami yang menangani laporan tersebut menyatakan tidak ada tindak pidana, dan kerusakan yang ada dikarenakan kahar atau bencana alam, dan kini pengerjaannya telah diselesaikan” imbuhnya.

Sementara diketahui dalam laporannya sendiri beberapa waktu lalu, Pematank menduga sejak proses lelang proyek rehabilitasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 tersebut, telah dikondisikan perusahaan pemenangnya yakni PT. Aya Pujian Pratama (APP), dengan nilai penawaran sebesar Rp3.678.245.000 (Tiga miliar enam ratus tujuh puluh delapan juta dua ratus empat puluh lima ribu rupiah).

Serta pada temuan tim investigasi Pematank di lapangan, pada bangunan proyek tersebut ditemukan pekerjaan yang terkesan asal-asalan, serta beberapa bahan material yang tidak sesuai dengan yang tertuang di dalam kontrak, dan ditemukan beberapa kerusakan pada fisik bangunan.

 

Eka Putra

  • Bagikan