Menu
Precision, Actual & Factual

Begini Vonis Hakim untuk Terdakwa Korupsi Lampu Jalan Lampung Selatan

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Persidangan Putusan Korupsi Lampu Jalan Lampung Selatan, Atas Nama Terdakwa Tiopan Salomon Panggabean dan Lita Istiyanti, Yang Digelar Di PN Tanjungkarang Selasa 6 Juli 2021. Foto Eka Putra

KIRKA.COTiopan Salomon Panggabean dan Lita Istiyanti, dua terdakwa perkara Tindak Pidana Korupsi dalam proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum konvensional Natar, Lampung Selatan tahun Anggaran 2016, disidangkan pada Selasa 6 Juli 2021 untuk mendengarkan putusan dari Majelis Hakim.

Dalam gelaran sidang kali ini terdakwa Tiopan Salomon Panggabean dinyatakan bersalah oleh Hakim dengan jeratan Pasal 3 Juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam gelaran sidang kali ini, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Masriati menjatuhkan hukuman kepada Tiopan Salomon Panggabean dan dengan hukuman pidana selama 1 tahun dan 4 bulan, dan hukuman pidana denda sebanyak Rp50 juta dengan subsidair kurungan penjara selama 3 bulan.

Mantan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lampung Selatan itu pun divonis pidana tambahan berupa Uang Pengganti yang belum dibayarkan sebesar Rp80 juta 37 sen, dengan ketentuan dalam hal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar UP tersebut, maka dipidana penjara selama 6 bulan.

Sedangkan kepada terdakwa Lita Istiyanti, Majelis Hakim memutuskan untuk menghukumnya dengan hukuman lebih ringan dari Tiopan Salomon Panggabean yakni dengan putusan kurungan penjara selama 1 tahun dan 2 bulan, dan denda sebesar Rp50 juta dengan subsidair yaitu pidana kurungan penjara selama 3 bulan, dan pidana tambahan berupa uang pengganti sebanyak Rp10 juta yang diketahui seluruhnya telah dibayarkan dan dititipkan melalui Jaksa.

Diketahui pada perkara korupsinya, kedua terdakwa ini telah bekerjasama dalam melakukan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum di tahun anggaran 2016 lalu, yang dipasang di sebanyak 35 titik di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Dinas PUPR Lampung Selatan.

Proyek lampu jalan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp977.951.000,00 (Sembilan ratus tujuh puluh tujuh juta sembilan ratus lima puluh satu ribu rupiah) yang bersumber dari APBD kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lampung Selatan, dan ditemukanlah pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Dalam perkara korupsi ini, Tiopan Salomon Panggabean diketahui merupakan seorang Sekretaris Badan Perencana Daerah Kabupaten Lampung Selatan, yang di tahun 2016 tersebut sebelum diadakan lelang proyek ia menemui terdakwa Lita Istiyanti selaku PPK.

Ia menemui terdakwa Lita Istiyanti dengan ditemani oleh Kepala Dinasnya saat itu bernama Parluhutan Marpaung, saat itu terdakwa Tiopan bermaksud untuk menawarkan diri ikut serta dalam lelang proyek pengadaan lampu jalan di dinas tempat ia mengabdi.

Dalam melaksanakan proyeknya, Tiopan melibatkan seorang bernama Mawardi sebagai pelaksana pekerjaan yang meminjam sebuah perusahaan bernama PT Bermosacaro Selases Dijinal dengan fee sewa sebesar Rp25 juta.

Mawardi pun mencari dua perusahaan pendamping untuk ikut serta dalam lelang dan didapati dua perusahaan tersebut yakni CV Tegar dan CV Berkah Abadi, yang pada akhirnya dimenangkan oleh perusahaan yang diusung terdakwa Tiopan Salomon yang tentunya telah diatur sebagai pemenangan.

Seusai pekerjaan tersebut dilaksanakan maka dilakukan pemeriksaan dan didapati pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak, dan sesuai hasil temuan serta perhitungan dari BPKP Provinsi Lampung, didapati selisih yang menjadi kerugian negara.

  • Bagikan