Menu
Precision, Actual & Factual

Bagaimana Kalau Purwati Lee Tidak Hadir ke Ruang Sidang, Yang Mulia?

  • Bagikan
Hakim Ketua Efiyanto D saat membacakan surat penetapan pemanggilan Vice President PT SGC Purwati Lee. Foto: Istimewa

KIRKA.CO – Majelis hakim bersepakat untuk menerbitkan surat penetapan secara tertulis berdasarkan permintaan KPK.

Surat penetapan itu menyoal permohonan kepada KPK untuk menghadirkan 5 orang saksi untuk dikonfrontir.

Ini sesuai dengan permohonan pengacara Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa, yang didakwa atas suap dan gratifikasi.

Majelis hakim atau yang biasa disebut yang mulia dalam ruang sidang akhirnya sepakat membacakan surat penetapan tersebut di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis kemarin, 20 Mei 2021.

Vice President PT SGC Purwati Lee; Bupati Lampung Timur periode 2016-2021 Chusnunia Chalim; Khaidir Bujung; Midi Iswanto; dan Slamet Anwar adalah mereka yang diperintahkan hakim kepada KPK untuk dibawa ke ruang sidang pada PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 27 Mei 2021 mendatang.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengelu-elukan sikap hakim pasca penerbitan surat penetapan itu. Majelis hakim dianggap telah menerapkan hukum progresif karena mau memeriksa Purwati Lee atas kaitannya dengan dugaan pemberian mahar politik ke Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar senilai Rp 50 miliar di tahap awal.

Uang itu diduga diperuntukkan agar PKB mendukung pencalonan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim dalam Pilgub Lampung 2018.

Pasca mahar politik itu diberikan ke PKB, rekomendasi DPW PKB Lampung yang sejak awal disepakati antara Mustafa dan Chusnunia Chalim selaku Wasekjen DPP PKB saat itu, batal seketika.

Padahal, menurut beberapa saksi, Mustafa sudah memberikan Rp 18 miliar sesuai dengan kesepakatan dan permintaan Chusnunia Chalim.

Persoalan yang muncul dari hal itu kemudian, terungkap bahwa uang Rp 18 miliar berasal sebagian dari penerimaan yang hasil suap dan gratifikasi atas ijon proyek pada Dinas Bina Marga Lampung Tengah yang dikumpulkan Mustafa melalui anak buahnya.

Demi mendapat dukungan, Mustafa ‘nekat’ menetapkan fee atas ijon proyek. Diketahui, Mustafa telah bertemu dengan Muhaimin Iskandar dijembatani oleh Chusnunia Chalim untuk membahas dukungan tersebut.

Hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang dinilai Boyamin patut sebagai role model bagi Pengadilan Tipikor di seluruh Indonesia.

Boyamin berharap agar mereka dijemput paksa bila tidak memenuhi perintah mutlak dari pengadilan. Artinya, bila tidak hadir sesuai jadwal, Boyamin berharap ada pemanggilan kedua hingga penjemputan paksa.

Ketua LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan berharap, agar para pihak jeli menelisik alasan-alasan, apabila ada saksi yang berhalangan hadir. Jangan sampai ada saksi yang membuat alasan tidak masuk akal untuk menghindari pemeriksaan, tegas Awang, panggilan akrabnya.

Harapan Boyamin dan Awang atau beberapa pihak tentang mekanisme pemanggilan kedua hingga penjemputan paksa, agaknya sulit terwujud.

Sebab, Hakim Ketua Efiyanto D mengaku bahwa surat penetapan tersebut hanya berlaku untuk satu kali saja.

Prinsip one way ticket dalam surat penetapan itu terjadi karena disandingkan dengan waktu atau masa tahanan terdakwa yang tersisa tinggal 1,5 bulan lagi.

Pasca pembacaan surat penetapan, kepada KIRKA.CO, Efiyanto menegaskan bahwa mekanisme pemanggilan kedua hingga penjemputan paksa memang diatur di dalam hukum acara.

Tapi agaknya mekanisme itu tak dapat direalisasikan. ”Karena masalahnya kalau kita tunda untuk manggil lagi manggil lagi, nanti yang ini (terdakwa Mustafa_red) lepas, (malah_red) yang baru nggak dapat,” jelas Efiyanto.

“Mekanismenya (pemanggilan kedua hingga penjemputan paksa_red), ada. Cuma kita melihat waktu. Karena mungkin nanti, tuntutan nanti mereka minta 2 minggu, pembelaaan bisa minta 2 minggu, bisa aja,” timpal Efiyanto.

Atas hal ini, hakim berharap agar kelima orang itu dapat hadir sesuai dengan perintah dalam surat penetapan tersebut, selaku warga yang taat hukum.

“Kita kan hanya ingin menjernihkan dan ingin melihat kebenaran dari keterangan masing-masing, itu saja. Untuk menguji,” tandas Efiyanto.

  • Bagikan