Menu
Precision, Actual & Factual

Astaga!!! Pinjaman World Bank Dikorupsi Seorang Warga Hanura Pesawaran

  • Bagikan
Suasana Persidangan Tipikor Dana APBN dan Pinjaman Bank Dunia Dalam Kegiatan Bedah Rumah Kab. Lampung Timur TA.2020 Atas Nama Terdakwa Ratno Supriadi (09/04). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Seorang warga Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran didakwa telah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan dana yang bersumber dari pinjaman Bank Dunia, dalam kegiatan Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Lampung Timur tahun Anggaran 2020, yang mengakibatkan Kerugian Negara sebesar Rp 320 juta.

Ratno Supriyadi (48), harus duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang untuk mendengarkan pembacaan dakwaa dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukadana – Lampung Timur pada Jumat (09/04), dengan dakwaan perbuatan Tipikor yakni selaku ASN atau Penyelenggara Negara yang menerima sesuatu, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan hadiah, karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Dalam perbuatannya, Ratno Supriyadi selaku Koordinator Fasilitator pada kegiatan BSPS tahap II Kabupaten Lampung Timur, melakukan perbuatannya dengan cara membuat dan menentukan harga sendiri untuk pembangunan rumah para Keluarga Penerima Bantuan (KPB), yang melebihi harga normal dengan kesepakatan permintaan fee dari setiap bahan material yang ia beli dari toko yang ditunjuk sebagai penyedia bahan, dengan besaran bervariasi dari Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta.

Untuk kegiatan bedah rumah dalam program BSPS sendiri di Kabupaten Lampung Timur yang difasilitasi olehnya diketahui berjumlah 250 unit, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa desa diantaranya Desa Asahan Kecamatan Jabung yang sebanyak 100 unit, Desa Bungkuk Kecamatan Marga Sekampung sebanyak 50 unit, Desa Peniangan Kecamatan Marga Sekampung sebanyak 50 unit, serta di Desa Gunung Mas Kecamatan Marga Sekampung yang sebanyak 50 unit.

Oleh karena perbuatannya tersebut, terdakwa Ratno pun dijerat oleh jaksa dengan 3 (tiga) dakwaan alternatif yakni Pasal 12 huruf b, Pasal 11, atau Pasal 5 ayat (2) Undang- undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dengan Undang- undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun, dengan ancaman hukuman pidana denda paling banyak Rp 1 (satu) miliar.

Eka Putra

  • Bagikan