Menu
Precision, Actual & Factual

Arinal Gagal Tangani Covid 19 di Lampung, Ratusan Miliar Dana APBD Nyaris Mubazir

  • Bagikan
"Copot Kadiskes Lampung misalkan. Jangan ditahan-tahan. Saya gak minta Arinal mundur, tapi kegagalan ini, Arinal harus ada keberanian mencopot Kasatkernya yang berkaitan dengan Covid -19," ujar dia. Foto Istimewa

KIRKA.COKoalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih ikut angkat bicara terkait rapot merah penanganan covid – 19 di era kepemimpinan Arinal Junaidi – Chusnunia Chalim sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2019-2024.

Hal ini menanggapi data Kementerian Kesehatan pada Sabtu 19 Juni 2021 pukul 17.00 WIB.

Data itu menyebutkan bahwa Provinsi Lampung menduduki peringkat 2 dengan angka kematian tertinggi se-Indonesia mencapai 5,2 persen.

Selain itu, Lampung juga menduduki peringkat 9 dengan angka kesembuhan terendah se-Indonesia mencapai 89 persen.

Ketua KRLUPB Rakhmat Husein menilai kepemimpinan Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung telah gagal dalam mengatasi persoalan Covid 19 di Bumi Ruwa Jurai.

“Ini kan data resmi artinya Arinal tidak boleh ngelak lagi, tidak boleh ngeles lagi. Dia harus jujur mengakui bahwa ada kegagalan Pemprov Lampung dalam upaya mengatasi persoalan Covid-19 ini,” kata dia, Minggu 20 Juni 2021.

“Saya kira sudah cukup banyak APBD tersedot untuk kesana. Tapi kemudian data resmi Kemenkes menyebutkan bahwa Lampung bisa disebut gagal ketika angka nomor 2 dengan tingkat Kematian tertinggi dan berada diperingkat 9 untuk tingkat kesembuhan terendah,” ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, kegagalan ini jangan membuat Arinal sebagai Gubernur Lampung takut dalam mengambil keputusan

“Gagal ini kan gak mesti membuat Arinal mundur sebagai Gubernur. Tapi pemerintahnya ini, pembantu-pembantunya bisa disebut gagal. Ini harus diganti oleh Arinal,” tegas dia.

“Copot Kadiskes Lampung misalkan. Jangan ditahan-tahan. Saya gak minta Arinal mundur, tapi kegagalan ini, Arinal harus ada keberanian mencopot Kasatkernya yang berkaitan dengan Covid -19,” ujar dia.

“Oleh karena itu maka Arinal harus ada keberanian mencopot orang orang diberi kepercayaan mengatasi Covid-19. Harus dievaluasi agar ada perbaikan – perbaikan kedepannya,” ucap dia.

Selain itu, berdasarkan obrolan bersama beberapa kepala daerah, ia mendapati kesimpulan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota se-Lampung terkesan berjuang sendirian dalam mengatasi Covid-19.

“Saya juga nangkap walaupun tidak utuh sampai 15 Kabupaten/Kota, tetapi beberapa Kepala Daerah yang ngobrol sama saya, mengungkapkan seperti tidak ada sentuhan atau tidak diurus oleh Pemerintah Provinsi,” sindir dia.

“Padahal tahun kemarin angkanya mencapai ratusan miliar. Bisa dibilang mereka berjuang sendiri mengatasi persoalan ini kata mereka,” tegas dia.

  • Bagikan