Menu
Precision, Actual & Factual

Apa Saja yang Harus Dilakukan Yunus Bila Sidang Konfrontir untuk Purwati Lee Dkk Terlaksana?

  • Bagikan
Pengacara Terdakwa Mustafa, Muhamad Yunus. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.COMuhammad Yunus harus menyiapkan strategi dengan beragam pertanyaan yang dimaksudkan untuk menggali pengetahuan 5 orang saksi saat berhasil hadir di ruang persidangan kliennya, Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa pada PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis mendatang, 27 Mei 2021.

Agenda persidangan enam hari ke depan adalah pemeriksaan saksi dengan metode konfrontir, sesuai dengan surat penetapan yang diterbitkan majelis hakim atas permohonan Yunus.

Nama mereka yang bila berhasil dihadirkan KPK ke ruang sidang adalah Vice President PT SGC Purwati Lee; Bupati Lampung Timur periode 2016-2021 Chusnunia Chalim; Midi Iswanto; Khaidir Bujung; dan Slamet Anwar.

Mengingat Yunus harus menyiapkan strategi, publik berharap dapat menyaksikan suguhan fakta persidangan baru yang belum pernah terungkap.

Pernyataan ini diutarakan Akademisi Unila Yusdianto saat dimintai tanggapannya.

“Banyak hal yang mesti digali sebenarnya. Tapi saya pribadi melihat, ada beberapa hal yang perlu untuk digali untuk menjadi fakta baru, dan memang, tujuannya harus lah juga untuk membuat terang perkara hingga berdampak terhadap terdakwa sekaligus diproyeksikan kepada publik yang menantikan fakta baru,” ungkap Yusdianto kepada KIRKA.CO, Jumat malam, 21 Mei 2021.

Dalam penuturan Yusdianto, ia berharap agar Yunus mampu melihat kedudukannya yang seimbang dengan JPU KPK di dalam ruang persidangan dalam hal hak dan kewajiban.

Yusdianto berharap agar nantinya ada suguhan fakta sidang tentang siapa dan apa hubungan Chusnunia Chalim dengan Siti Ela Nuryamah serta Ahmad Basuki dalam hal dugaan aliran uang Rp 1 miliar yang masih jadi bagian uang mahar politik dari terdakwa Mustafa kepada PKB.

“Dua orang antara Siti Ela dan Ahmad Basuki itu sebenarnya adalah saksi yang harus dihadirkan ke ruang sidang. Tapi karena tak diajukan, bisa saja dipertanyakan kepada Chusnunia Chalim terkait hubungan per hubungan. Dan bisa juga nanti diklarifikasi kepada saksi lain untuk memastikan kebenaran keterangan Chusnunia Chalim,” terang Yusdianto.

Kemudian, lanjut Yusdianto, publik berharap agar persidangan tersebut mampu menggali tentang siapa yang menjadi penghubung antara Purwati Lee, Arinal Djunaidi, Daniel Johan, Muhaimin Iskandar pada konteks dugaan mahar politik Rp 50 miliar untuk PKB sehingga Chusnunia Chalim dijadikan wakil Arinal Djunaidi saat Pilgub Lampung 2018 berlangsung.

“Logikanya bisa kita lihat ketika Chusnunia ingin menggandeng terdakwa Mustafa. Kan ada 2 tim yang diminta dia untuk berkomunikasi kepada Mustafa.

Prinsip yang sama, patut kita duga terjadi ketika Chusnunia meminta Hidir Ibrahim mendekati Arinal Djunaidi, dan seterusnya hingga terlaksana pemberian dugaan mahar politik dari PT SGC ke DPP PKB.

Sangat mungkin ada penghubung yang belum terungkap identitasnya. Yang jelas, cari aktornya dulu, soal kapan dan bagaimana itu bisa digali setelahnya. Dan juga harus diklarifikasi ke saksi-saksi lain yang hadir besok,” terang Yusdianto.

Rangkaian saran yang dilontarkan ini, ungkap Yusdianto, juga dirasa akan membuat keyakinan bagi majelis hakim untuk mengabulkan permohonan Justice Collaborator (JC) terdakwa Mustafa.

“Kurang lebih akan berdampak ke pengajuan JC. Dan imbasnya lagi, kita harap, fakta demi fakta yang terungkap, mampu membuat keyakinan bagi hakim untuk meminta KPK membuka penyidikan baru. Tetap saja ujungnya demi penegakan hukum yang tak pandang bulu, juga berdampak pada publik yang menolak lupa atas aroma money politic di dalam pelaksanaan kontestasi Pilkada di Lampung sejak 2018 sampai sekarang,” pungkas Yusdianto.

  • Bagikan