Menu
Precision, Actual & Factual

Aktivis Antikorupsi Ingatkan Isi Penetapan Hakim Efiyanto di Perkara Korupsi Mustafa

  • Bagikan
Ketua DPP LSM Pematank saat baru selesai melaporkan dugaan korupsi di gedung KPK, Kamis 27 Mei 2021. Foto Dok Pematank

KIRKA.CO – Aktivis Antikorupsi asal Lampung Suadi Romli menyampaikan tanggapannya atas proses persidangan perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa.

Proses persidangan itu menyoal pelaksanaan agenda sidang pemeriksaan 5 orang saksi secara konfrontir yang dituangkan dalam surat penetapan hakim atas perkara tersebut.

Pernyataan Romli ini diutarakannya menyusul tidak terlaksananya agenda persidangan tersebut pada Kamis pagi tadi, 27 Mei 2021.

Romli mengajak seluruh pihak untuk mengingat kembali isi dari penetapan hakim yang diketuai Efiyanto D.

Ajakan itu ia maksudkan untuk menjadi bahan perenungan bagi semua pihak dan publik luas dalam memahami suatu peristiwa.

“Coba kita ingat apa isi penetapan dari hakim kemarin. Jelas disampaikan bahwa hakim memberi perintah kepada KPK untuk menghadirkan saksi yang dimaksud agar dapat dikonfrontir.

Kata per kata yang disampaikan dalam penetapan adalah menghadirkan. Praktis, penegasan hakim adalah untuk menghadirkan. Tak cukup untuk memanggil,” jelas Romli saat dimintai tanggapannya, Kamis malam, 27 Mei 2021.

Romli mengaku baru saja meninggalkan gedung KPK. Ia mengklaim baru saja mengadukan dugaan tindak pidana.

Menurut Romli, kata per kata dari penetapan hakim harusnya dapat dimaknai secara luas. Beranjak dari hal itu, ungkap Romli, tak keliru bila kemudian agenda itu tak terlaksana.

“Nggak heran kemudian tidak terlaksana agenda itu, ya karena sejauh ini penjelasan yang tersampaikan ke publik hanyalah proses panggil memanggil dan surat menyurat. Padahal, perintahnya ialah menghadirkan saksi,” tandas Romli.

Diketahui, dari 5 orang saksi yang diperintahkan untuk dihadirkan ke ruang sidang, ada 2 orang saksi yang mangkir tanpa keterangan.

KPK mengklaim telah mengirimkan surat panggilan secara sah, layak dan patut sesuai dengan aturan yang berlaku.

2 orang saksi yang tak hadir itu adalah Vice President PT SGC Lee Purwati Couhault; dan Wagub Lampung Chusnunia Chalim.

Atas ketidakhadiran tersebut, hakim memutuskan untuk tidak memerintahkan pemanggilan ulang.

Keputusan itu diambil berdasarkan rentang waktu yang tidak banyak lagi tersisa dari masa tahanan Mustafa.

Masa tahanan Mustafa diketahui telah berada di tahap Pengadilan Tinggi Tanjungkarang pada tahap pertama.

  • Bagikan